BeritaPemkab Palangkaraya

Pemko Palangka Raya Ikuti Rakor Inflasi 2025, Harga Cabai Jadi Sorotan

219
×

Pemko Palangka Raya Ikuti Rakor Inflasi 2025, Harga Cabai Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Palangka Raya saat mengikuti Rakor TPID secara virtual, bersama Kemendagri RI. (Photo/Ist)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pemerintah Kota Palangka Raya mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Senin (10/3/2025). Rapat yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti dari Ruang Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya.

Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap hari Senin yang diikuti oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Kemendagri. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa angka inflasi di Kota Palangka Raya masih berada pada posisi negatif.

“Untuk Kota Palangka Raya, sampai saat ini inflasi kita masih minus. Artinya, bulan ke bulan berada di angka -0,36% dan untuk tahun ke tahun -0,10%,” ujarnya kepada media usai rapat.

Menurut Zaini, salah satu penyebab rendahnya angka inflasi ini adalah adanya subsidi diskon listrik yang diberikan kepada masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai membantu menurunkan beban pengeluaran rumah tangga.

“Ini berdasarkan data dari BPS, inflasi kita turun karena adanya subsidi diskon listrik,” jelasnya.

Terkait perkembangan harga bahan pokok, Zaini menyebut sebagian besar masih dalam kondisi stabil. Namun, terdapat kenaikan harga pada komoditas cabai, baik cabai rawit maupun cabai merah. Fenomena ini, menurutnya, tidak hanya terjadi di Palangka Raya tetapi juga di 234 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Kenaikan cabai ini tidak hanya di Palangka Raya, tapi juga terjadi secara nasional. Namun kondisinya masih dalam batas wajar, dan pasokan cabai di Palangka Raya masih cukup,” terangnya.

Selain inflasi, Rakor juga membahas antisipasi terhadap cuaca ekstrem menjelang Idulfitri 1446 H. Achmad Zaini menuturkan bahwa Kota Palangka Raya berpotensi mengalami bencana banjir pada Maret hingga Mei akibat curah hujan yang masih tinggi.

“Posisi Palangka Raya ini akan terkait dengan masalah banjir, karena bulan Maret sampai Mei ini hujan menengah hingga tinggi. Nanti setelah April sudah mulai menurun menuju kemarau,” ujarnya.

Zaini mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok, serta tidak melakukan panic buying.

“Masyarakat tidak perlu panik. Belanja bahan pokok secukupnya saja, tidak perlu memborong. Kondisi pasokan masih stabil,” imbaunya.

Sebagai langkah antisipatif, Pemko Palangka Raya akan terus melakukan pemantauan pasar serta menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar jika diperlukan.

“Kita pemerintah kota tetap melakukan pemantauan, dan akan melakukan beberapa kali sidak. Kalau perlu ada operasi pasar, kita akan lakukan,” tutup Zaini.(man)