BeritaPemkab Kotawaringin TimurPendidikan

Pembangunan SD Alam Bumi Khatulistiwa Menjadi Tonggak Baru Pendidikan Berbasis Lingkungan

9
×

Pembangunan SD Alam Bumi Khatulistiwa Menjadi Tonggak Baru Pendidikan Berbasis Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Bupati Halikinnor saat meletakkan batu pertama pembangunan SD Alam Bumi Khatulistiwa, disaksikan Ketua Yayasan Pelita Bumi Khatulistiwa, Ida Oetari Poernamasasi, Jumat (24/4/2026). (Photo-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Peletakan batu pertama Sekolah Dasar (SD) Alam Bumi Khatulistiwa resmi dimulai, dengan harapan akan menjadi tonggak baru pendidikan berbasis lingkungan yang pertama di kota Sampit bahkan di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pernyataan tersebut ditegaskan Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, saat memberikan sambutan pada acara peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Dasar (SD) Alam Bumi Khatulistiwa yang berlokasi di Jalan Jendral Sudirman Kilometer 8,4 Sampit. Ia berharap, keberadaan sekolah alam tersebut nntinya akan membawa harapan baru bagi dunia pendidikan di Kotim.

“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan SD Alam Khatulistiwa yang pertama di Kabupaten Kotim, bahkan kemungkinan besar di Kalimantan Tengah. Untuk itu, saya atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Yayasan Bumi Khatulistiwa,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Halikinnor menyatakan, di sini anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga belajar langsung dari alam, seperti mengenal tanaman dan proses tumbuhnya, sehingga membentuk karakter. Bahkan ini bersifat global karena menggunakan bahasa Inggris. Harapannya orang akan datang melihat, bagaimana konsep sekolah alam ini. “Saya melihat kehadiran sekolah ini memberikan alternatif baru bagi masyarakat, khususnya orang tua dalam memilih pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka, dengan konsep pembelajaran yang berbeda dari sekolah pada umumnya,” katanya.

Menandai pembangunan awal sarana pendidikan berbasis lingkungan ini, Bupati Halikinnor bersama Ketua Yayasan Pelita Bumi Khatulistiwa, Ida Oetari Poernama sasi beserta pejabat lainnya melakukan peletakan batu pertama hingga penanaman pohon bersama.

Halikinnor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan sekolah tersebut, baik dalam bentuk bantuan biaya, tenaga, maupun kontribusi berupa tanaman, termasuk tanaman langka yang mulai sulit ditemukan. “Ini kesempatan untuk beramal jariyah. Membangun sekolah sama seperti membangun masjid atau musala. Apalagi untuk pendidikan. Kita di Kalimantan Tengah masih tertinggal dari sisi SDM, baik kuantitas maupun kualitas, sehingga pendidikan menjadi sangat penting,” pungkasnya.(man)