BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Pembangunan Drainase Jalan Tjilik Riwut Upaya Memperkuat Sistem Pengendalian Banjir

13
×

Pembangunan Drainase Jalan Tjilik Riwut Upaya Memperkuat Sistem Pengendalian Banjir

Sebarkan artikel ini
Bupatti Kotim Halikinnor didampingi Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama, saat meninjau drainase di Jalan Tjilik Riwut Sampit, Minggu (4/10/2026). (Foto-Ist)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, pembangunan drainase di Jalan Tjilik Riwut Sampit, menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat sistem pengendalian banjir di kawasan perkotaan.

“Saat ini peningkatan drainase dan badan Jalan Tjilik Riwut masih berlangsung sepanjang sekitar 675 meter. Pekerjaan tersebut bertujuan memperbaiki saluran air sekaligus menyesuaikan elevasi jalan guna mengurangi potensi genangan,” ujarnya, Minggu  (4/10/2026).

Mentana Dhinar Tistama mengatakan, pembangunan drainase akan dilanjutkan hingga Jalan Pramuka. Penanganan tidak hanya mencakup saluran air, tetapi juga peningkatan badan jalan agar sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal.

“Ini merupakan program strategis sesuai visi dan misi bupati, terutama dalam pengendalian banjir. Karena itu, pembangunan drainase Jalan Tjilik Riwut akan kita lanjutkan hingga Jalan Pramuka, termasuk peningkatan jalannya,” ujarnya, Minggu (4/10).

Meski demikian, pelaksanaan pembangunan lanjutan akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pemerintah juga mempertimbangkan kebutuhan penanganan drainase di ruas Jalan DI Panjaitan.

“Kita akan melihat situasi dan kondisi keuangan daerah untuk menentukan kelanjutan pembangunan drainase, baik di Jalan Tjilik Riwut maupun Jalan DI Panjaitan,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan tersebut, Bagus Anugrah Nusantara, menjelaskan proyek yang dimulai sejak 10 Juli 2026 itu memiliki masa kontrak hingga 7 Desember 2026. Penanganan tahun ini mencakup pembangunan drainase dan peningkatan badan jalan dengan anggaran sekitar Rp7,5 miliar.

Bagus menjelaskan, peningkatan badan jalan diperlukan agar pembangunan saluran dapat memberikan hasil maksimal. Sebab, perbaikan drainase tanpa penyesuaian ketinggian jalan dinilai belum cukup untuk mengatasi persoalan genangan.

“Secara teknis, kalau drainase tidak diimbangi dengan peningkatan jalan, fungsinya tidak akan optimal dan jalan tetap berpotensi banjir. Setelah ditelaah, Jalan Tjilik Riwut memang memerlukan penyesuaian elevasi,” terangnya.

Saluran drainase yang digunakan dalam proyek tersebut menggunakan konstruksi pracetak atau precast. Saluran dicetak terlebih dahulu sebelum dipasang di lokasi pekerjaan. Sementara itu, peningkatan badan jalan dilakukan menggunakan metode Cement Treated Recycling Base (CTRB).

“Penanganan sepanjang 675 meter tersebut difokuskan pada satu sisi ruas jalan. Air dari kawasan itu nantinya dialirkan melalui dua jalur saluran, yakni menuju saluran di kawasan Bumi Raya dan ke arah sungai di sekitar bengkel,” ungkapnya.

Selain memperbaiki aliran air, desain saluran juga mempertimbangkan aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan. Saluran direncanakan menggunakan konstruksi penutup dengan elevasi rendah sehingga tidak mengganggu akses di sepanjang Jalan Tjilik Riwut.

“Dengan pembangunan drainase tersebut, pemerintah daerah berharap sistem drainase semakin baik dan mampu mengurangi risiko genangan saat hujan,” pungkas Bagus. (man)