BeritaPemkab Kotawaringin TimurPeristiwa

Pedagang Nasi Kuning Tertipu Beras Berisi Pasir, Rugi Rp400 Ribu

25
×

Pedagang Nasi Kuning Tertipu Beras Berisi Pasir, Rugi Rp400 Ribu

Sebarkan artikel ini
Korban penipuan beras, Jamilah dan Jumah, saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026). (Photo-Normansyah)

Kotawaringin Timur, enewskalteng.com — Niat membeli beras murah untuk kebutuhan usaha justru berujung kerugian bagi Jamilah (56), seorang pedagang nasi kuning warga Gang Gudang Kuning Sampit,  Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Bersama tetangganya bernama Jumah, keduanya menjadi korban penipuan setelah beras yang dibeli dari seorang pria tak dikenal ternyata berisi pasir putih.

Jamilah menceritakan, peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama keluarga berada di depan rumah. Saat itu datang seorang pria menggunakan sepeda motor menawarkan beras dengan harga di bawah pasaran. “Awalnya kami berdiri di belakang mobil melihat rambutan. Tiba-tiba ada orang naik motor singgah menawarkan beras. Katanya beras Jawa dan kualitasnya bagus,” ujar Jamila, saat diwawancarai, pada Senin (8/6/2026).

Pelaku menawarkan beras dengan harga Rp14 ribu per kilogram. Setelah ditawar, harga diturunkan menjadi Rp13 ribu per kilogram. Karena tergiur harga murah, korban sepakat membeli sekitar 30 kilogram beras. Sebelum transaksi berlangsung, pelaku sempat meminta uang Rp10 ribu dengan alasan untuk membeli bensin. “Dia bilang pinjam Rp10 ribu untuk beli bensin. Kami kasih, lalu dia minta karung. Setelah itu pergi sebentar dan kembali membawa karung yang katanya berisi beras,” jelasnya.

Saat pelaku kembali, korban langsung menyerahkan uang pembayaran sebesar Rp400 ribu. Namun, ketika karung dibuka, korban terkejut karena isi karung tersebut bukan beras seperti yang dijanjikan. “Begitu kami buka, ternyata berasnya cuma sedikit di bagian atas. Di bawahnya isinya pasir dan kami benar-benar tertipu,” ungkap Jamilah.

Menurutnya, pelaku mengaku menjual beras tersebut karena belum menerima gaji dari saudaranya tempat ia bekerja. Korban mengaku tidak curiga karena pelaku terlihat meyakinkan dan terus berbicara saat transaksi berlangsung. Bahkan, sepeda motor pelaku tetap dalam keadaan menyala ketika menerima uang dari korban. “Motornya masih hidup saat kami menyerahkan uang. Kami fokus mengambil uang dan membuka karung, jadi tidak menyangka kalau ternyata ditipu,” katanya.

Atas kejadian tersbeut, Jamilah berharap Masyarakat lebih waspada terhadap penawaran harga barang murah dibawah harga pasaran agar tidak mengalami kejdian seperti yang dialaminya.(man)