Palangka Raya, eNewskalteng.com – DPRD Kalimantan Tengah mendorong adanya dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui APBN guna mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kalteng.
Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Lohing Simon, mengatakan kebutuhan pembangunan jalan di daerah cukup besar, sementara kemampuan fiskal pemerintah daerah masih terbatas untuk membiayai seluruh kebutuhan infrastruktur secara menyeluruh. Menurutnya, tingginya biaya pembangunan jalan menjadi salah satu tantangan utama. Dalam kondisi tertentu, pembangunan satu kilometer jalan dapat membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar atau lebih, tergantung karakteristik wilayah dan tingkat kesulitan pekerjaan. “Kalau hanya mengandalkan kemampuan fiskal daerah, tentu sangat berat. Karena itu kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui APBN agar pembangunan jalan di Kalteng bisa dipercepat,” ujar Lohing, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, dengan keterbatasan anggaran yang tersedia, pemerintah daerah saat ini lebih banyak melakukan pemeliharaan rutin, seperti memperbaiki kerusakan ringan dan menutup jalan berlubang agar akses masyarakat tetap berjalan. Namun, menurutnya, langkah pemeliharaan tersebut belum cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang. Peningkatan konstruksi jalan secara permanen tetap membutuhkan dukungan pembiayaan yang lebih besar. “Kalau anggarannya hanya cukup untuk tambal sulam, hasilnya juga hanya bertahan sementara. Jalan memang bisa digunakan, tetapi kerusakan akan kembali muncul apabila tidak dilakukan peningkatan secara permanen,” tegasnya.
Lohing menyebut, luas wilayah Kalimantan Tengah dengan kondisi geografis yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur. Karena itu, keterlibatan pemerintah pusat sangat diperlukan agar pembangunan konektivitas antarwilayah dapat berjalan lebih cepat. Ia menambahkan, keberadaan infrastruktur jalan yang baik memiliki dampak luas bagi masyarakat. Selain memperlancar mobilitas, jalan yang memadai juga mendukung distribusi barang dan jasa, membuka akses menuju kawasan pertanian serta perkebunan, hingga meningkatkan daya tarik investasi.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya berkaitan dengan akses transportasi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalteng. “Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar kebutuhan infrastruktur jalan masyarakat dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan,” pungkasnya.(kaer)












