BeritaDPRD Kota Waringin TimurLegislatif

Kunjungan Pasien Menurun, RSUD Dokter Murjani Sampit Diminta Evaluasi Menyeluruh

77
×

Kunjungan Pasien Menurun, RSUD Dokter Murjani Sampit Diminta Evaluasi Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Hendra Sia.

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Wakil rakyat dari daerah pemilihan II DPRD  Kotawaringin Timur, Syahbana, mengingatkan manajemen RSUD dokter Murjani Sampit harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pelayanan rumah sakit. Kondisi ini terkait capaian pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang hingga September 2025 baru terealisasi sekitar 74 persen dari target tahunan, Jumat (24/10/2025).

Syahbana menyoroti rendahnya realisasi BLUD tersebut tak lepas dari menurunnya tingkat kunjungan pasien rawat jalan di sejumlah poli klinik rumah sakit. Kondisi ini harus menjadi perhatian utama agar ke depan pelayanan publik bisa kembali optimal dan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr Murjani meningkat. “Menurunnya tingkat kunjungan pasien tentunya berpengaruh langsung terhadap realisasi BLUD. Inilah saatnya manajemen memperbaiki kualitas pelayanan dan fasilitas supaya masyarakat kembali memilih RS Murjani sebagai rujukan utama,” jelasnya.

Ungkap Politisi Partai Nasdem ini, tren pendapatan BLUD memang meningkat setiap tahun, tapi realisasi tahun ini masih 74 persen sampai September. Diharapkan bisa tercapai penuh hingga akhir Desember nanti. Ia juga menekankan pentingnya penggunaan dana BLUD dengan tepat sasaran, terutama untuk memperkuat pelayanan bagi pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan. “Saya menilai, keberadaan BLUD sangat penting untuk menjaga keberlanjutan operasional rumah sakit sekaligus mendorong kemandirian keuangan daerah. Oleh sebab itu manajemen RSUD dr Murjani diharapkan agar memaksimalkan strategi yang sudah disiapkan agar target 2025 tercapai dan kinerja BLUD pada 2026 bisa meningkat,” tandasnya.

“Untuk itu dana BLUD agar lebih difokuskan ke layanan kesehatan langsung, terutama untuk pasien BPJS dan peningkatan operasional rumah sakit. Itu yang paling berdampak bagi masyarakat,” pungkas Syahbana.(man)