Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) menorehkan prestasi dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah, dengan meraih Penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik Tingkat Kabupaten Kawasan Kalimantan Tahun 2026.
Penganugrahan penghargaan ini berlangsung dalam ajang Championship TP2DD, yang merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Kamis (24/9/2026).
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen Pemkab Kotim dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Salah satu terobosan yang dikembangkan Pemkab Kotim adalah digitalisasi melalui sistem pemetaan objek PBB-P2. Pemanfaatan sistem tersebut mendukung proses pendataan dan pemetaan objek pajak sehingga pengelolaan PBB-P2 dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat, transparan, dan terintegrasi.
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih seraya menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama TP2DD Kotawaringin Timur, perangkat daerah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, serta berbagai pihak yang selama ini mendukung transformasi digital di daerah. “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP2DD Kotawaringin Timur dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong digitalisasi transaksi pemerintah daerah,” ujar Halikinnor.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Kotim untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi, termasuk dalam pengelolaan PBB-P2. “Kita ingin digitalisasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, data objek pajak harus semakin akurat, pelayanan semakin mudah dan cepat, serta pengelolaan pendapatan daerah semakin transparan dan akuntabel. Ke depan, kolaborasi akan terus kita perkuat agar transformasi digital memberikan dampak nyata bagi pelayanan dan pembangunan daerah,” tegasnya.(man)










