Palangka Raya. eNewskalteng.com — Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Wengga Febri Dwi Tananda, menanggapi bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini baru terlaksana di beberapa sekolah di Kalteng. Dari ribuan sekolah yang ada, baru 16 sekolah di Palangka Raya dan 19 sekolah di Kotawaringin Timur yang mulai menjalankan program ini. Padahal, Pemerintah Provinsi Kalteng telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200 miliar untuk mendukung pelaksanaan program yang merupakan salah satu janji utama Presiden Prabowo Subianto ini.
Wengga menyebut, program MBG bukan pekerjaan sehari semalam. Ia menganalogikan bahwa ini bukan seperti cerita legenda Roro Jonggrang yang bisa selesai dalam satu malam. “Program ini besar. Target utamanya anak-anak sekolah yang tentu memerlukan perhatian ekstra terhadap kualitas makanan yang diberikan. Karena ini soal gizi anak bangsa, tidak bisa asal-asalan dan instan,” tegas Wengga kepada awak media usai rapat paripurna, Senin (2/6/2025).
Ia menekankan bahwa proses panjang ini memang dibutuhkan untuk memastikan rantai distribusi makanan, kualitas bahan baku, standar penyajian, hingga manajemen anggaran benar-benar berjalan dengan baik dan tidak menjadi celah penyimpangan. “Kami di Fraksi Gerindra tentu mendukung penuh, tapi juga akan melakukan pengawasan agar anggaran yang besar ini benar-benar menyasar kepada yang berhak dan tidak dikorupsi,” tambahnya.
Lalu, dengan ribuan sekolah lain yang belum terjangkau, apakah proses ini akan rampung dalam masa jabatan pemerintahan sekarang? Pertanyaan itu menggelayut di benak banyak orang. Tapi bagi Wengga, yang terpenting adalah prosesnya benar, bukan buru-buru. Namun tetap, publik akan menantikan hasil nyatanya.(red)












