BeritaPemkab Palangkaraya

Ketua DPRD Subandi: Pemadaman Listrik Palangka Raya Ditarget Berakhir 5 Agustus

13
×

Ketua DPRD Subandi: Pemadaman Listrik Palangka Raya Ditarget Berakhir 5 Agustus

Sebarkan artikel ini
Rapat gabungan antara Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi dan jajarannya, Pemerintah Kota Palangka Raya, dan PT PLN (Persero) di Kantor DPRD Kota Palangka Raya, Jalan Soekarno, Kamis (30/7). (Photo/ist)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Warga Kota Palangka Raya mendapat kabar baik terkait gangguan kelistrikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemadaman listrik bergilir ditargetkan berakhir mulai 5 Agustus 2026. Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, usai mengikuti rapat gabungan bersama Pemerintah Kota Palangka Raya dan PT PLN (Persero) di Kantor DPRD Kota Palangka Raya, Jalan Soekarno, Kamis (30/7/2026).

Menurut Subandi, target penghentian pemadaman bergilir tersebut merupakan hasil pemaparan PLN terkait kondisi sistem kelistrikan, penyebab gangguan, serta perkembangan proses pemulihan yang sedang dilakukan. “Mulai 5 Agustus 2026 suplai listrik di Kota Palangka Raya ditargetkan sudah mencukupi sehingga tidak ada lagi pemadaman bergilir. Namun, sistem kelistrikan masih dalam kondisi siaga sampai cadangan daya benar-benar pulih,” ujar Subandi.

Ia menjelaskan, meskipun pemadaman bergilir dihentikan pada awal Agustus, pelayanan listrik secara penuh dan normal diperkirakan baru tercapai setelah seluruh tahapan pemulihan sistem selesai. “Targetnya pada akhir Agustus 2026 kondisi kelistrikan Kota Palangka Raya sudah kembali normal sepenuhnya,” katanya.

Subandi menyampaikan, sebelum memasuki 5 Agustus, masyarakat masih berpotensi mengalami pemadaman sesuai jadwal yang telah ditetapkan PLN. Durasi pemadaman diperkirakan sekitar tiga jam sesuai kondisi sistem yang berjalan. “Untuk sementara, sebelum 5 Agustus masih ada pemadaman sesuai jadwal dari PLN dengan durasi rata-rata sekitar tiga jam,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, DPRD juga memastikan fasilitas pelayanan publik menjadi prioritas utama agar tetap mendapatkan pasokan listrik selama kondisi sistem masih dalam tahap pemulihan. Beberapa fasilitas yang menjadi perhatian antara lain rumah sakit, PDAM, rumah bersalin, serta berbagai layanan publik lainnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. “Fasilitas umum seperti rumah sakit, PDAM, rumah bersalin, dan layanan publik lainnya dipastikan tetap mendapat perhatian. Bagi fasilitas yang memiliki genset akan digunakan, sementara yang belum memiliki akan mendapatkan dukungan dari PLN,” ungkap Subandi. Ia berharap proses pemulihan sistem kelistrikan dapat berjalan sesuai target sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta kegiatan ekonomi di Kota Palangka Raya dapat kembali berjalan normal.(nis)