Palangka Raya, eNewskalteng.com – Beberapa pekan terakhir, terjadi antrian panjang kendaarn bermotor baik rda dua maupun roda empat di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya untuk pembelian BBM jenis Pertamax. Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan suplai serta beredarnya isu mengenai kandungan etanol pada Pertalite, sehingga banyak warga memilih beralih ke Pertamax.
Sales Branch Manager Pertamina Kalteng, Afif Wira Paradana, saat ditemui sejumlah wartawan, Jum’at (21/11/2025), menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi Pertamax terutama disebabkan pasokan dari Terminal Pulang Pisau belum optimal.
Menurut Afif, stok Pertamax saat ini hanya tersisa 164 kiloliter, jumlah yang bahkan tidak mencukupi kebutuhan harian Kota Palangka Raya. Meski begitu, Pertamina berupaya menambah suplai dari Terminal Sampit dan Banjarmasin agar distribusi kembali lancar. Ia memastikan penyaluran Pertamax di Palangka Raya akan normal kembali pada awal Desember. “Untuk produk Pertamax, kami upayakan optimal tersedia di masing-masing SPBU di Kalimantan Tengah. Terkait isu etanol, Pemerintah Republik Indonesia sudah menjelaskan bahwa kandungan etanol pada Pertalite masih dalam batas toleransi,” tutupnya.(kaer)
Penulis : Karina
Editor : Andi Kadarusman












