JAKARTA, (Xinhua). eNewskalteng.com — Empat model kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) dari pabrikan China meraih penghargaan mobil favorit dalam pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, yang berlangsung pada 30 Juli hingga 9 Agustus. Keempat model itu di antaranya mobil listrik Chery Q yang dianugerahi kendaraan penumpang terfavorit untuk segmen hatchback, mobil listrik Wuling AiraEV sebagai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) paling banyak diuji coba selama pameran.
Sementara itu, Jetour meraih dua penghargaan sekaligus, yakni special exhibit car untuk model T1 I-DM dan mobil hybrid paling banyak diuji coba untuk model T2 I-DM. “Terpilihnya Chery Q sebagai hatchback favorit menunjukkan bahwa kelengkapan fitur dan pengalaman berkendara yang kami tawarkan mendapat respons positif dari pengunjung,” ujar Vice Country Director Chery Business Unit Budi Darmawan Jantania dalam keterangannya.
Selain kategori kendaraan, sejumlah merek China lainnya seperti GWM, Xpeng, hingga Leapmotor juga meraih penghargaan untuk kategori stan terfavorit dalam pameran tersebut. Para pengunjung mengamati sebuah kendaraan futuristik asal Xpeng yang dipamerkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 29 Juli 2026. (Xinhua)
Pameran GIIAS tahun ini diramaikan sejumlah pabrikan mobil asal China yang meluncurkan sejumlah model baru, sebagian besar di segmen NEV, baik mobil listrik murni maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Selain itu, dua merek baru juga resmi meluncur, yakni Leapmotor dan Zeekr yang menghadirkan lebih banyak pilihan NEV untuk pasar domestik. Pameran ini menjadi kesempatan bagi merek-merek tersebut untuk memamerkan inovasi NEV sekaligus meningkatkan penetrasi pasarnya di Indonesia. Merek asal China, DFSK misalnya, mencatat total pemesanan lebih dari 600 unit hingga hari terakhir pameran, dengan lebih dari separuhnya berasal dari mobil hybrid terbarunya, DFSK E5 Plus.
Direktur Pusat Pemasaran PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan respons positif terhadap E5 Plus mengindikasikan bahwa teknologi PHEV memiliki ruang yang besar untuk berkembang di Indonesia.(red)












