BeritaEksekutifPemkab Kotawaringin Timur

Kepala SMP Negeri 3 Sampit Minta Depo Sampah Disemprot Disinfektan Untuk Mencegah Bau dan Penyebaran Bakteri

108
×

Kepala SMP Negeri 3 Sampit Minta Depo Sampah Disemprot Disinfektan Untuk Mencegah Bau dan Penyebaran Bakteri

Sebarkan artikel ini
Kepala SMP Negeri 3 Sampit, Siti Hadijah. (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kepala SMP Negeri 3 Sampit Siti Hadijah menegaskan, pihaknya tidak menolak pengelolaan sampah, namun meminta janji pemerintah agar sampah yang masuk di depo sampah selalu disemprot disinfektan untuk mencegah bau dan penyebaran bakteri, Selasa 18 Nopember 2025.

“Kami menagih janji itu. Karena lantai di dalam depo juga banyak genangan air yang menyebabkan bau. Walaupun nanti sudah disemen, setiap sampah selesai diangkut harus tetap disemprot disinfektan jika depo tidak bisa direlokasi. Namun harapan besar kami tetap agar depo itu direlokasi,” tegasnya lagi.

Ia kembali menyampaikan keluhan terkait keberadaan depo sampah yang berada persis di samping sekolah. Ia menegaskan bahwa meski sudah ada perubahan dalam beberapa bulan terakhir, persoalan bau dan kenyamanan siswa masih menjadi perhatian serius pihak sekolah.

“Alhamdulillah memang sudah ada perubahan dari satu dua bulan kemarin. Kami bahkan sampai berkirim surat ke bupati pada September 2025 karena bau sampah saat itu sangat mengganggu sekolah, terlebih siswa baru pada Juli masih masa penyesuaian dan banyak keluhan dari orang tua,” tegas Siti Hadijah.

Menurutnya, bahwa surat tersebut ditindaklanjuti dengan penutupan pintu depo bagian kanan sehingga sampah yang sempat meluber ke jalan kini sudah tidak terjadi lagi. Namun, ia menekankan bahwa perbaikan tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan inti, yaitu pengendalian bau dan sanitasi.

“Harapan kami nanti tidak hanya dicor dan pagarnya ditinggikan saja. Saat pembangunan depo itu dulu, saya sebagai kepala sekolah sebenarnya tidak menyetujui karena ingin anak-anak belajar dengan nyaman. Kami mendukung program DLH dan pemerintah, terbukti SMPN 3 Sampit menjadi sekolah Adiwiyata Nasional. Tetapi anak-anak kami juga harus diperhatikan,” ucapnya.

Siti menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pengelolaan sampah, namun meminta janji pemerintah agar sampah yang masuk selalu disemprot disinfektan untuk mencegah bau dan penyebaran bakteri.

“Kami menagih janji itu. Karena lantai di dalam depo juga banyak genangan air yang menyebabkan bau. Walaupun nanti sudah disemen, setiap sampah selesai diangkut harus tetap disemprot disinfektan jika depo tidak bisa direlokasi. Namun harapan besar kami tetap agar depo itu direlokasi,” tegasnya lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa lahan yang digunakan untuk depo sampah sebenarnya merupakan aset SMPN 3 Sampit yang dihibahkan ke pemerintah daerah. Sebelumnya lahan itu adalah area tribun eks MTQ yang sering disalahgunakan oleh remaja untuk kegiatan negatif, sehingga pihak sekolah meminta pembongkaran total tribun tersebut. Namun setelah dibongkar, lahan itu justru dipakai untuk pembangunan depo sampah.

“Kalau Kepala Dinas DLH menyatakan sudah tidak bau, kami mohon izin agar berkenan datang langsung bersama Anggota DPRD melihat kondisi kelas yang berada tepat di samping depo. Agar tidak hanya mendengar cerita saja,” pungkasnya. (man)