BeritaKesehatanPemkab Murung Raya

Kabut Asap Memburuk, Dinkes Murung Raya Siagakan Rumah Oksigen Gratis

2
×

Kabut Asap Memburuk, Dinkes Murung Raya Siagakan Rumah Oksigen Gratis

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung saat memberikan keterangan kepada awak media.(Photo/ist)

Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Murung Raya menyiapkan layanan terapi oksigen tanpa biaya bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menyusul kondisi kualitas udara yang kembali memburuk dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat yang membutuhkan terapi oksigen dapat memanfaatkan sejumlah fasilitas pelayanan yang telah disediakan pemerintah.

Kepala Dinkes Murung Raya, dr. Suwirman Hutagalung, mengatakan rumah oksigen diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan terapi oksigen. “Ya, terkait dengan rumah oksigen itu disiapkan untuk masyarakat yang memang ingin untuk terapi oksigen. Itu memang gratis,” ujar Suwirman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, layanan oksigen tidak hanya tersedia di satu lokasi. Sejumlah fasilitas di wilayah Puruk Cahu telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi Puskesmas Puruk Cahu, rumah sakit, kantor PMI, serta Kantor Dinas Kesehatan. Warga yang mengalami sesak napas dapat mendatangi fasilitas tersebut untuk mendapatkan terapi oksigen.

Sementara itu, kondisi kabut asap menjadi perhatian karena kualitas udara dalam dua hari terakhir kembali mengalami penurunan. Suwirman menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tingkat polusi udara kembali berada pada kondisi yang berbahaya. Situasi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan yang mungkin ditimbulkan.

Dinkes Murung Raya terutama mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin menggunakan masker ketika berada di luar rumah. Menurut Suwirman, penggunaan masker merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan asap dan menekan risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Yang pasti harapan kita masyarakat tetap lebih siaga juga terkait dengan kepatuhan memakai masker, karena itu sangat penting untuk mengurangi angka kejadian ISPA, penyakit-penyakit ISPA yang disebabkan oleh kabut asap itu sendiri,” jelasnya.

Untuk memperkuat pencegahan, Dinkes juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat. Petugas promosi kesehatan kembali turun ke sejumlah wilayah di Puruk Cahu guna mengingatkan warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi. Suwirman mengatakan pihaknya masih menemukan warga yang beraktivitas di luar rumah tanpa mengenakan masker. Karena itu, kesadaran masyarakat untuk melindungi diri dari paparan udara yang tercemar perlu terus ditingkatkan. Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan kondisi kabut asap, terutama bagi mereka yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.

Terkait kebutuhan masker, masyarakat yang memerlukannya dapat mendatangi Kantor Dinas Kesehatan. Namun, Dinkes juga mendorong masyarakat untuk memiliki persediaan masker secara mandiri sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi udara yang tidak sehat. Masyarakat yang mengalami keluhan seperti sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya juga diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh penanganan.(red)