BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Kabut Asap Masih Ganggu Warga, DPRD Dukung Perpanjangan Tanggap Darurat Karhutla

20
×

Kabut Asap Masih Ganggu Warga, DPRD Dukung Perpanjangan Tanggap Darurat Karhutla

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – DPRD Kota Palangka Raya mendukung rencana perpanjangan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama 30 hari hingga awal Oktober 2026. Langkah tersebut dinilai masih diperlukan karena dampak kabut asap hingga kini masih dirasakan masyarakat.

Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mengatakan kondisi karhutla yang belum sepenuhnya terkendali membuat penanganan di lapangan perlu terus diperkuat.

Menurutnya, keberadaan asap tidak hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas dan perekonomian warga.

“Tentu kami setuju perpanjangan tanggap darurat karena melihat keadaan kita sekarang masih asap, masih mengganggu perekonomian, masih mengganggu kesehatan,” ujar Sri Ani, Selasa (8/9/2026).

Ia menilai perpanjangan status tanggap darurat dapat memberikan ruang bagi tim penanganan untuk melanjutkan upaya pemadaman, pencegahan, serta penanganan dampak karhutla secara lebih optimal.

Namun, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan petugas di lapangan. Sri Ani mengajak masyarakat ikut berperan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Mohon dukungannya agar karhutla kita dapat berakhir, sehingga kita bisa melakukan aktivitas dalam keadaan sehat dan tidak terganggu,” tuturnya.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan Satgas Karhutla menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan. Pemerintah, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta berbagai unsur terkait juga terus dilibatkan dalam upaya mengatasi kebakaran di lapangan.

Selain persoalan teknis penanganan, DPRD bersama pemerintah daerah turut membahas kebutuhan anggaran untuk mendukung operasi selama masa perpanjangan status tanggap darurat.

Sri Ani menegaskan DPRD akan memberikan dukungan terhadap kebutuhan penanganan karhutla sepanjang diarahkan untuk melindungi masyarakat dan mempercepat pengendalian kebakaran.

Ia berharap kerja sama seluruh pihak dapat membantu mengakhiri karhutla sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas tanpa terganggu kabut asap.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana penanganan dapat terus berjalan dan karhutla segera berakhir. Masyarakat juga harus bersama-sama menjaga agar tidak muncul titik api baru,” pungkasnya.