CHENGDU, Xinhua, eNewskalteng.com – Sejumlah jurnalis Indonesia mendapat kesempatan menyaksikan langsung perkembangan teknologi industri, kesehatan cerdas, hingga energi hijau dalam kunjungan ke Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 5–8 Agustus 2026. Rombongan tersebut terdiri atas wartawan dari sejumlah media nasional, di antaranya Kompas, Republika, dan Warta Ekonomi. Selain mengunjungi sejumlah perusahaan berbasis teknologi, para jurnalis juga mendatangi basis penangkaran panda raksasa, situs budaya, serta berdiskusi dengan kalangan media di Chengdu. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Chengdu Crobotp Robot Technology Co., Ltd. Di perusahaan tersebut, para jurnalis melihat secara langsung penggunaan lengan robotika industri dalam proses perakitan dan pengelasan presisi.
Wartawan senior Kompas, Tomy Trinugroho, mengaku terkesan melihat penerapan teknologi robotika dalam kegiatan manufaktur. Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan keseriusan China dalam mempersiapkan industri menghadapi kebutuhan masa depan. “Ini adalah contoh bahwa China sudah melakukan persiapan untuk menyongsong masa depan,” ujar Tomy.
Wakil Manajer Umum Crobotp Robot, Deng Shihai, mengatakan perusahaannya melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang memiliki potensi pertumbuhan besar. Saat ini, perusahaan tersebut tengah menjajaki peluang kerja sama dengan sejumlah mitra di Indonesia, terutama untuk memasarkan robot pengelasan dan pengangkutan. Dengan mengatakan produk Crobotp telah diekspor ke lebih dari 40 negara dan kawasan. Menurutnya, tingkat pembelian ulang produk perusahaan di kawasan Asia Tenggara juga tergolong tinggi. “Kami melihat potensi pertumbuhan dan peluang pasar yang besar di Indonesia,” kata Deng.
Menjajal Teknologi Kesehatan Cerdas
Perkembangan teknologi kesehatan juga menjadi bagian dari kunjungan tersebut. Para jurnalis berkesempatan mendatangi SiChuan Qian Li Beoka Medical Technology Co., Ltd., perusahaan yang memasarkan berbagai perangkat pemulihan kesehatan dengan merek Beoka. Wartawan Republika, Stevy Maradona, bahkan berkesempatan mencoba sejumlah produk, seperti massage gun, sepatu pemulihan berbasis tekanan (pressure recovery shoes), serta perangkat pemulihan cerdas lainnya.
Ketua Dewan Beoka, Zhang Wen, mengatakan produk perusahaan tersebut telah memasuki pasar Indonesia dan memperoleh respons positif dari konsumen. Ia menyebut kualitas produk yang dinilai andal dengan harga yang relatif terjangkau menjadi salah satu faktor yang mendukung penerimaan pasar.
Ke depan, Beoka berencana memperluas penetrasi pasar Indonesia melalui pemanfaatan e-commerce lintas batas serta pengembangan jaringan agen. “Kami berencana memanfaatkan e-commerce lintas perbatasan serta memperluas jaringan agen di Indonesia dan mendorong lebih banyak produk digunakan konsumen kami di Indonesia,” ujar Zhang.
Potensi Kerja Sama Energi Hijau
Sektor energi hijau juga menjadi perhatian dalam rangkaian kunjungan tersebut. Di Sichuan Aviation Electrical Micro Energy Co., Ltd., rombongan diperkenalkan dengan berbagai solusi penyimpanan energi dan sumber listrik berbasis darat yang digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional penerbangan.
Wakil Manajer Umum Pemasaran Luar Negeri perusahaan tersebut, Zhao Yu, menjelaskan teknologi penyimpanan energi dan sistem kelistrikan yang dikembangkan perusahaan memiliki peluang untuk diterapkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut dapat mendukung kebutuhan Indonesia dalam menjalankan transisi energi. “Kami berharap solusi-solusi canggih tersebut dapat memberikan kontribusi di Indonesia,” kata Zhao.
Perwakilan PWI yang juga berasal dari Warta Ekonomi, Nurcholis Basyari, menilai peluang kolaborasi Indonesia dan China di bidang energi baru perlu terus diperluas. Kerja sama tersebut, menurut dia, tidak hanya dapat diarahkan pada kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV), tetapi juga berbagai penerapan teknologi energi bersih di sektor lainnya.
Selain sektor teknologi, Nurcholis mengapresiasi transformasi sejumlah bekas kawasan industri di Chengdu menjadi ruang publik kreatif, seperti taman bertema musik, museum seni, dan pasar kreasi. Ia juga menilai pengalaman mengunjungi proyek air Dujiangyan serta basis panda raksasa memberikan gambaran mengenai upaya memadukan pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kehidupan masyarakat. “Saya juga mempelajari bagaimana China sudah lama mengadopsi pendekatan hidup harmonis dengan alam melalui kunjungan di proyek air Dujiangyan dan basis panda raksasa,” ujar Nurcholis.
Bahas Masa Depan Media dan Pemanfaatan AI
Rangkaian kunjungan ditutup dengan diskusi antara kalangan media Indonesia dan China di Chengdu. Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam industri media hingga strategi menciptakan konten yang mampu menarik perhatian generasi muda. Para peserta juga bertukar pandangan mengenai perkembangan industri media serta peluang peningkatan kerja sama jurnalistik antara Indonesia dan China.
Tomy menilai perkembangan media China memberikan sejumlah pelajaran penting bagi industri media Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan perilaku audiens dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, media tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang relevan bagi generasi muda. “Media China secara aktif beradaptasi untuk masa depan dan memilih gaya modern yang digemari generasi muda. Inilah yang patut kami teladani, bukan hanya teknologi itu sendiri, tetapi juga cara mengisahkan cerita,” pungkas Tomy.(red)












