BeritaNasional

Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kawasan Industri di Madura

17
×

Indonesia-China Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kawasan Industri di Madura

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Kerangka Kerja Sama Strategis antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park di Jakarta pada 5 Agustus 2026. (Sumber foto: Kemenko Perekonomian RI)

JAKARTA, eNewskalteng.com – Indonesia memperluas kerja sama investasi dengan mitra dari China untuk mendorong pengembangan kawasan industri di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menjadikan Kawasan Industri Wiraraja Madura sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur sekaligus memperkuat konektivitas investasi antara Indonesia dan China. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Kerangka Kerja Sama Strategis antara Wiraraja Madura Industrial Estate dan Guangdong (Fenyong) ASEAN Industrial Park. Penandatanganan berlangsung di Jakarta, Rabu (5/8/2026), dan disaksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto.

Pada kesempatan yang sama, PT Wiraraja Madura International juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee. Kerja sama lainnya mencakup kesepakatan keanggotaan Wiraraja Madura Industrial Estate dalam Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Haryo Limanseto mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan kawasan industri baru dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Jawa Timur. Menurutnya, kemitraan dengan pihak China bukan hanya berkaitan dengan peningkatan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan investasi berkualitas. “Kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan China, tetapi juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” ujar Haryo dalam keterangan resmi.

Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Wiraraja Madura akan diarahkan untuk menampung sejumlah sektor manufaktur. Beberapa di antaranya merupakan klaster industri yang berasal dari China, seperti pengolahan cokelat, produksi matras, tekstil, benang, serta berbagai industri manufaktur padat karya lainnya. Pengembangan berbagai klaster tersebut diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Kemenko Perekonomian juga mencatat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Kota Zhanjiang, Provinsi Guangdong, terus mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia tercatat mencapai 2,46 miliar yuan atau sekitar Rp6,53 triliun berdasarkan kurs Rp2.658 per yuan. Angka tersebut meningkat 6,3 persen dibandingkan nilai perdagangan pada tahun sebelumnya.

Dari sisi investasi, sebanyak delapan perusahaan asal Zhanjiang telah merealisasikan penanaman modal di Indonesia melalui 12 proyek. Total nilai investasi yang telah direalisasikan mencapai 370 juta dolar AS atau sekitar Rp6,64 triliun berdasarkan kurs Rp17.937 per dolar AS. Di sisi lain, hubungan investasi juga berlangsung dari Indonesia ke Zhanjiang. Hingga kini, tercatat enam perusahaan Indonesia telah menanamkan modalnya di kota tersebut. Kerja sama pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura diharapkan menjadi bagian dari semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia-China, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri dan investasi di wilayah Madura.(red)