PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual, Senin (24/8/2026). Rakor berlangsung dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, dan dipimpin Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko.
Rakor turut dihadiri perwakilan Kepala Biro Perekonomian, Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Perekonomian Setda Kalteng Fanny Kartika Oktavianti, perangkat daerah terkait serta instansi vertikal.
Dalam rakor tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan perkembangan harga hingga Minggu III Agustus 2026. Sebanyak 24 provinsi tercatat mengalami kenaikan perkembangan harga, sedangkan 13 provinsi mengalami penurunan. Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah yang mencatat penurunan, yakni sebesar 1,06 persen.
Sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian pemerintah, terutama daging ayam ras, cabai rawit dan cabai merah. Secara nasional, harga daging ayam ras mencapai Rp40.393 per kilogram, meningkat 5,84 persen dibandingkan Juli dan berada di atas harga acuan.
Sementara itu, harga cabai rawit tercatat sekitar Rp57.750 per kilogram dan beras medium Rp14.520 per kilogram. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas harga pangan di tengah dinamika pasokan dan distribusi antardaerah.
BPS juga mengingatkan adanya risiko El Niño yang diproyeksikan berlangsung hingga triwulan I 2027. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi dengan memperkuat ketersediaan dan cadangan beras untuk menghadapi potensi gangguan produksi maupun pasokan pangan.
Kantor Staf Presiden (KSP) turut menyoroti sejumlah komoditas yang masih membutuhkan perhatian. Beras medium dan premium di Zona 3 serta telur ayam ras menjadi komoditas yang perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, cabai rawit merah mulai mengalami kenaikan harga hingga sedikit berada di atas batas harga acuan.
Pemerintah daerah didorong mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), memperkuat stok pangan di wilayah yang membutuhkan serta meningkatkan kerja sama antardaerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi komoditas dari daerah surplus menuju wilayah yang mengalami kenaikan harga, sekaligus menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Kalimantan Tengah.
Pemerintah Provinsi Kalteng bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau perkembangan harga dan pasokan sejumlah komoditas strategis sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah.(Zen)












