BeritaInternasional

Awak Shenzhou-21 China Kembali Tampil Usai Pecahkan Rekor 210 Hari di Orbit

1
×

Awak Shenzhou-21 China Kembali Tampil Usai Pecahkan Rekor 210 Hari di Orbit

Sebarkan artikel ini
Astronaut Zhang Lu, komandan kru Shenzhou-21 yang beranggotakan tiga orang, keluar dari kapsul pembawa pulang (return capsule) wahana antariksa Shenzhou-22 setelah mendarat di situs pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Li Zhipeng)

 BEIJING, eNewskalteng.com – Tiga astronaut yang tergabung dalam misi berawak Shenzhou-21 China untuk pertama kalinya kembali menemui publik setelah menyelesaikan perjalanan panjang di luar angkasa. Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang hadir dalam konferensi pers di Beijing pada Rabu (5/8/2026). Ketiganya telah kembali ke Bumi pada Mei 2026 setelah menjalankan misi selama lebih dari enam bulan di orbit.

Dalam pertemuan tersebut, kondisi kesehatan ketiga astronaut dilaporkan terus membaik. Kekuatan otot, daya tahan tubuh, serta kemampuan kardiovaskular mereka sebagian besar telah kembali mendekati kondisi sebelum menjalani penerbangan antariksa. Ketiga astronaut saat ini masih menjalani tahapan pemantauan dan pemulihan. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan selesai, mereka akan kembali mengikuti program latihan rutin.

Misi Shenzhou-21 mencatatkan pencapaian penting dalam sejarah penerbangan antariksa berawak China. Para astronaut berada di orbit selama 210 hari, sejak diluncurkan pada 31 Oktober 2025 hingga kembali ke Bumi pada 29 Mei 2026. Durasi tersebut menjadi rekor baru untuk masa tinggal satu awak dalam satu misi antariksa berawak China.

Selama berada di orbit, ketiganya melakukan tiga kali aktivitas di luar wahana atau spacewalk. Mereka juga menjalankan berbagai eksperimen ilmiah dan turut menghadapi situasi darurat yang menjadi bagian penting dari misi tersebut. Salah satu pengalaman paling signifikan adalah keterlibatan mereka dalam operasi penyelamatan darurat di orbit yang pertama kali dilakukan dalam sejarah program antariksa berawak China.

Komandan Shenzhou-21, Zhang Lu, mengatakan pengalaman tersebut menjadi pembuktian langsung terhadap kemampuan sistem tanggap darurat program antariksa berawak China. “Sistem tanggap darurat program antariksa berawak China telah berhasil melewati ujian di dunia nyata selama masa tinggal kami,” kata Zhang. Menurutnya, rangkaian penanganan situasi darurat mencakup dampak puing-puing antariksa terhadap wahana, penyesuaian jadwal orbit, penggantian kendaraan untuk kembali ke Bumi, hingga pelaksanaan peluncuran darurat. “Mulai dari menangani dampak puing-puing luar angkasa terhadap wahana antariksa, menyesuaikan jadwal orbit kami dan mengganti kendaraan kepulangan, hingga melakukan peluncuran darurat, seluruh sistem beroperasi dengan lancar untuk memastikan keselamatan kami,” ujarnya.

Bagi Zhang, salah satu hal yang paling membekas selama menjalankan misi adalah ketenangan dan rasa percaya diri yang ditunjukkan para pekerja di sektor antariksa China dalam menghadapi berbagai situasi. Ia juga menyoroti kuatnya semangat ilmiah dan kerja sama tim yang menjadi bagian penting dalam keberhasilan misi tersebut. Zhang sendiri memiliki pengalaman panjang dalam aktivitas di luar wahana. Setelah menyelesaikan misi Shenzhou-15 dan Shenzhou-21, ia telah melakukan tujuh kali spacewalk, menjadikannya astronaut China dengan pengalaman aktivitas luar wahana terbanyak.

Sementara itu, Wu Fei membawa pengalaman teknis dari pekerjaannya di Bumi ke dalam pelaksanaan misi. Sebelum menjadi astronaut, ia terlibat dalam pengembangan modul inti Tianhe dan modul laboratorium Wentian. Menurut Wu, pengalaman menguji berbagai perangkat di Bumi membuatnya lebih siap ketika harus mengoperasikan peralatan yang sama dalam kondisi mikrogravitasi. “Semua pengalaman yang terkumpul dari pekerjaan saya di Bumi berubah menjadi kepercayaan diri dan ketenangan yang saya butuhkan untuk operasi yang tepat dan penilaian yang andal di antariksa,” kata Wu. Dari sisi penelitian, spesialis muatan Zhang Hongzhang memaparkan sejumlah hasil eksperimen yang dicapai selama misi Shenzhou-21.

China untuk pertama kalinya berhasil melakukan budi daya aeroponik tomat ceri dan gandum di orbit. Misi tersebut juga mencatat keberhasilan dalam eksperimen pembiakan tikus menggunakan sistem tertutup di luar angkasa. Selain itu, para peneliti melakukan validasi terhadap sejumlah teknologi yang berkaitan dengan pemanfaatan spektrum serta penggunaan air dan pupuk secara efisien. Aktivitas penelitian tidak hanya berfokus pada eksperimen teknis. Para astronaut juga menanam lebih dari 10 jenis tanaman selama berada di orbit, antara lain gandum, bunga matahari, tomat, ubi jalar, dan mint.

Kegiatan tersebut membantu para peneliti memperoleh data untuk mengembangkan teknologi pertanian di lingkungan luar angkasa. Bagi para awak, keberadaan tanaman juga memberikan suasana berbeda dan sedikit kesegaran di tengah rutinitas penelitian yang padat selama berbulan-bulan di orbit. Dengan berbagai capaian tersebut, misi Shenzhou-21 tidak hanya mencetak rekor durasi penerbangan, tetapi juga memberikan pengalaman penting bagi pengembangan teknologi, penelitian ilmiah, serta sistem keselamatan dalam program antariksa berawak China.(red)