Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya mengevaluasi upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus membahas kemungkinan perpanjangan status tanggap darurat karhutla tahun 2026. Rapat tersebut dibuka oleh Bupati Murung Raya Heriyus yang diwakili Asisten I, Rahmat K. Tambunan, di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, perwakilan kecamatan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi potensi kebakaran di wilayah setempat. Dalam rapat itu, peserta mengevaluasi penanganan karhutla yang telah dilakukan, perkembangan kondisi di lapangan, serta kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan munculnya titik api baru.
Berdasarkan data BMKG yang dipaparkan dalam pertemuan, curah hujan di Murung Raya pada Oktober hingga November diprakirakan berada pada kategori menengah. Sementara pada November hingga Januari, curah hujan diperkirakan meningkat menjadi kategori menengah hingga tinggi. Di sisi lain, jumlah titik panas (hotspot) di Murung Raya dilaporkan menurun menjadi 19 titik. Meski perkembangan ini menunjukkan kondisi yang lebih baik, pemantauan dan kesiapsiagaan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Evaluasi juga mencakup pembahasan perpanjangan status tanggap darurat. Penentuan status tersebut perlu mempertimbangkan hasil evaluasi penanganan, prakiraan cuaca, serta tingkat ancaman karhutla di lapangan. Melalui koordinasi bersama OPD teknis, kecamatan, dan BMKG, Pemkab Murung Raya berharap upaya pencegahan dan penanganan karhutla dapat berjalan lebih efektif, termasuk melalui kesiapan personel dan sarana pendukung.(red)










