BeritaPemkab Kotawaringin Timur

Generasi Muda Hindu Agar Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan

22
×

Generasi Muda Hindu Agar Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Wim RK Benung, photo bersama, Senin (15/6/2026). (Photo-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Perayaan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 Masehi tingkat pelajar, mahasiswa, serta umat Hindu dan Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur, berlangsung khidmat di Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit, Senin (15/6/2026).

Sekretaris Panitia, Made Ardika, mengatakan pelaksanaan Dharmasanti gabungan tersebut didukung oleh sumbangan sukarela dari berbagai pihak, mulai dari sekolah-sekolah yang memiliki siswa beragama Hindu, Kementerian Agama Kabupaten Kotim, Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan, Pemerintah Desa Sungai Ubar Mandiri, para guru Pendidikan Agama Hindu hingga umat Hindu di Kotim. “Kegiatan keagamaan ini mengusung tema Vasudhaiva Kutumbakam – Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju dengan subtema Melalui Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Rasa Persaudaraan dan Persatuan dalam Keberagamaan Sejalan dengan Prinsip Filosofi Tri Hita Karana, itu menjadi ajang mempererat persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kotim,” ujar Made Ardika, Senin (15/6/2026).

Made menuturkan, Dharmasanti merupakan implementasi nilai-nilai Tri Hita Karana yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. “Melalui kegiatan ini kami ingin terus menanamkan nilai kebersamaan, persaudaraan dan kepedulian sosial kepada generasi muda Hindu agar tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat persatuan dan rasa persaudaraan antarumat Hindu serta umat beragama lainnya, khususnya di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Hindu di Kabupaten Kotawaringin Timur. “Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan persatuan dan rasa persaudaraan antarumat Hindu khususnya, serta umat beragama pada umumnya di kalangan pelajar, mahasiswa dan umat Hindu di Kabupaten Kotawaringin Timur, di tengah berbagai perbedaan untuk mewujudkan perdamaian di Bumi Habaring Hurung,” ungkap Made.

Made juga berharap adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Kotim untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. “Sudah dua tahun berturut-turut kegiatan Dharmasanti pelajar dan mahasiswa dilaksanakan dari dana sukarela umat. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan anggaran karena kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap tahun,” ujarnya.

Made menyebutkan pelaksanaan Dharmasanti sebelumnya digelar di SMAN 2 Sampit pada 2024, kemudian berpindah lokasi pada 2025, dan tahun ini dilaksanakan di Balai Basarah Penyang Hatampung Sampit. “Kami berharap pada tahun 2027 nanti kegiatan ini dapat dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sampit sehingga peserta yang hadir bisa lebih banyak,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kotim Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Wim RK Benung, mengatakan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masa depan daerah berada di tangan anak-anak muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian, toleransi dan tanggung jawab terhadap kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan persatuan, kerukunan, dan semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. “Kerukunan yang selama ini terjaga harus terus dirawat bersama karena pembangunan yang berhasil hanya dapat terwujud apabila masyarakat hidup dalam suasana damai dan harmonis,” ujarnya.

Ia berharap Dharmasanti menjadi ruang mempererat tali persaudaraan, memperkuat semangat kebersamaan dan mengingatkan bahwa kedamaian selalu berawal dari hati yang mampu menghargai sesama. “Mari bersatu tanpa khawatir, menjaga damai sepanjang waktu. Selamat melaksanakan Dharmasanti Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026. Semoga semangat kebersamaan dan kedamaian senantiasa terjaga di Bumi Habaring Hurung,” tegasnya.

Terkait usulan kegiatan keagamaan tentu diajukan melalui Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan. Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan hibah, namun harus melalui prosedur yang benar dan dipertanggungjawabkan karena itu merupakan keuangan Negara. “Saya mengingatkan bahwa pengelolaan dana hibah saat ini menjadi perhatian serius pemerintah sehingga setiap penggunaan anggaran harus disertai laporan pertanggungjawaban yang lengkap,” harapnya.

Terkait harapan penggunaan Gedung Serbaguna Sampit untuk pelaksanaan Dharmasanti tahun mendatang, Wim menyatakan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung selama mengikuti ketentuan yang berlaku. “Silakan jika ingin menggunakan Gedung Serbaguna. Nanti bisa dikoordinasikan sesuai aturan yang berlaku. Pemerintah daerah tentu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang bertujuan mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat,” tutupnya. (man)