Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar Kodim 1015/Sampit dinilai penting, mengingat BMKG Sampit memprediksi, bahwa fenomena El Nino berpotensi meningkat pada akhir 2026 dan mencapai puncaknya pada 2027.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan apabila fenomena itu terjadi, seluruh unsur baik TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat maupun perusahaan swasta harus siap menghadapi dan mengantisipasi, termasuk melakukan penanganan apabila terjadi Karhutla. “Kesiapsiagaan menjadi hal penting karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa adanya tanda pasti. Bencana tidak memberi kabar, maka kesiapsiagaan sumber daya harus dalam kondisi prima. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses siaga bencana Karhutla yang diinisiasi Kodim 1015/Sampit,” ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.
Menurutnya, latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana karhutla ini bukan hanya sekadar simulasi, tetapi juga menjadi sarana evaluasi bersama seluruh pihak terkait untuk mengetahui kekurangan yang masih perlu dibenahi dalam penanganan Karhutla di lapangan. “Tentunya pada latihan ini kita akan evaluasi bersama, apa saja yang masih kurang dan bagian mana yang harus ditingkatkan,” katanya.
Ia mengingatkan, kondisi cuaca saat ini juga mulai menunjukkan tanda meningkatnya risiko kebakaran, ditandai dengan munculnya hotspot dan tidak turunnya hujan selama beberapa hari terakhir. “Fenomena El Nino mulai bergerak di bulan Mei. Nilai IOD sudah berada di angka 0,94 dan ini mengisyaratkan adanya peningkatan potensi Karhutla. Bahkan sudah empat hari tidak ada hujan dan hotspot mulai muncul yang artinya menandakan awal meningkatnya potensi Karhutla,” ungkapnya.
Mengantisipasi meningkatnya potensi karhutla, Multazam mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengedepankan kolaborasi dalam upaya pencegahan Karhutla. “Selain kolaborasi antara Pemerintah, TNI, Polri dan dunia usaha, masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya penanganan Karhutla sehingga dapat ditekan seminimal mungkin terhadap dampak yang bakal terjadi,” pungkasnya. (man)












