BeritaPemkab Kotawaringin TimurTeknologi

Kodim 1015/Sampit Gelar Uji Kesiapan Personil Antisipasi Karhutla 2026

20
×

Kodim 1015/Sampit Gelar Uji Kesiapan Personil Antisipasi Karhutla 2026

Sebarkan artikel ini
Seluruh peserta photo bersama pada acara Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun Anggaran 2026, yang digelar Kodim 1015/Sampit, Kamis (7/5/2026). (Photo-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com — Kodim 1015/Sampit menggelar Latihan Aplikasi Teritorial Sistem Blok Terpilih Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini sebagai upaya menguji kesiapan personel, perlengkapan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah.

Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Infantri Dwi Candra Setyawan, mengingatkanan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalteng termasuk Kotim berpotensi mengalami Karhutla di sejumlah daerah. “Tujuan diadakannya latihan ini yaitu untuk meyakinkan kesiapsiagaan personel dan alat perlengkapan serta materiel seluruh satuan TNI, badan, dinas, instansi terkait serta pihak swasta dalam penanggulangan bencana Karhutla di wilayah Kodim 1015/Spt Tahun 2026, ujarnya, Kamis 7 Mei 2026.

Dandim mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam simulasi tersebut sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder yang terlibat dalam penanganan Karhutla di Kotim. “Dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, kami tidak mungkin bekerja sendiri. Semua harus dilakukan bersama-sama dan saling mendukung,” ucapnya. Sebab ungkap Dandim, kondisi cuaca panas yang mulai terjadi dinilai harus menjadi perhatian bersama termasuk dunia usaha, agar kebakaran tidak berkembang luas dan menimbulkan dampak besar bagi masyarakat.

Sementara itu menurut salah satu kalangan dari pelaku dunia usaha – Sudiono, selaku Direktur Utama Ocean Bagus menyatakan, perusahaan mendukung penuh kegiatan simulasi tersebut karena penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. “Kami memastikan perusahaannya juga telah menyiapkan berbagai sarana dan personel penanganan Karhutla sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Melalui kegiatan pelatihan ini  bisa menjalin hubungan dan koordinasi lebih luas dengan seluruh stakeholder terkait. “Kita harus memiliki kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang maksimal, terjun langsung di lapangan dengan mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran serta mengerahkan semua perlengkapan dan material yang dimiliki dalam penanggulangan bencana Karhutla agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien,” pungkas Sudiono. (man)