BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

DPRD Palangka Raya Ingatkan Bahaya FOMO dan Pentingnya Literasi Digital

3
×

DPRD Palangka Raya Ingatkan Bahaya FOMO dan Pentingnya Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan.

Palangka Raya. eNewskalteng.com – Fenomena fear of missing out (FOMO) atau kecenderungan ikut-ikutan tren di media sosial mendapat perhatian dari DPRD Kota Palangka Raya. Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terbawa arus tren tanpa memahami dampaknya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, mengatakan perkembangan media sosial yang sangat cepat sering membuat masyarakat terdorong mengikuti berbagai tren demi dianggap tidak ketinggalan zaman.

Menurutnya, fenomena FOMO sebenarnya dapat memberikan dampak positif apabila digunakan untuk hal-hal produktif. Namun, jika hanya sekadar ikut-ikutan tanpa memahami konteks, kondisi tersebut justru berpotensi menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Ia mencontohkan, banyak pengguna media sosial yang langsung membagikan konten viral tanpa melakukan pengecekan kebenaran informasi terlebih dahulu. Hal itu dinilai berisiko mempercepat penyebaran hoaks dan memicu kesalahpahaman publik.

Hatir menegaskan pentingnya literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tekanan sosial di dunia maya.

“Jangan hanya karena takut dianggap ketinggalan, lalu ikut menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Biasakan menyaring sebelum membagikan,” ujarnya.

Bendahara DPD Partai Demokrat Kalimantan Tengah itu juga mengajak generasi muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana pengembangan diri, seperti belajar, berkarya, dan membangun relasi positif.

Menurutnya, penggunaan media sosial secara produktif akan jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar mengikuti tren sesaat yang belum tentu membawa dampak positif.

DPRD Kota Palangka Raya, lanjut Hatir, akan terus mendorong peningkatan edukasi literasi digital di masyarakat guna menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Dengan pemahaman digital yang baik, masyarakat diharapkan tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menjadi pengguna yang cerdas dan bijak dalam setiap aktivitas digitalnya.