BeritaDPRD KaltengLegislatif

DPRD Kalteng Dorong Percepatan Penanganan Karhutla di Tengah Ancaman Kabut Asap

10
×

DPRD Kalteng Dorong Percepatan Penanganan Karhutla di Tengah Ancaman Kabut Asap

Sebarkan artikel ini

Palangka Raya. eNewskalteng.com  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mendapat perhatian serius dari DPRD Kalteng. Penanganan di lapangan dinilai perlu dilakukan secara cepat dan terukur untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Tomy Irawan Diran, mengatakan pemerintah bersama instansi terkait sebenarnya telah memiliki berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi ancaman karhutla yang kembali terjadi.

Menurutnya, kesiapsiagaan tersebut penting karena karhutla merupakan persoalan yang berulang setiap tahun, terlebih ketika kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

“Persiapan sebenarnya sudah dilakukan. BPB-PK bersama pihak terkait, termasuk kepolisian dan unsur lainnya, tentu sudah menyiapkan langkah-langkah menghadapi karhutla,” ujar Tomy, Rabu (28/7/2026).

Ia menyebut kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau dan Kota Palangka Raya perlu mendapatkan penanganan maksimal. Apalagi, asap dari kebakaran mulai berdampak terhadap kondisi udara di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Provinsi Kalteng.

Tomy juga menyoroti kendala akses menuju beberapa titik kebakaran, termasuk kawasan Tumbang Nusa. Keterbatasan infrastruktur menuju lokasi menjadi salah satu tantangan yang dapat menghambat proses pemadaman secara cepat.

Karena itu, menurutnya, pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat strategi penanggulangan.

“Pengalaman dari kejadian sebelumnya seharusnya bisa menjadi bahan antisipasi. Jangan sampai ketika kebakaran sudah meluas baru kita bergerak,” katanya.

Dalam kondisi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat, Tomy mendorong pemanfaatan helikopter water bombing untuk segera dimaksimalkan. Penggunaan metode tersebut dinilai dapat membantu menjangkau titik api yang sulit ditangani oleh tim di darat.

Menurutnya, percepatan penanganan menjadi penting agar api tidak semakin meluas dan dampak kabut asap dapat ditekan.

“Kalau memang membutuhkan helikopter water bombing, harus segera dimaksimalkan. Penanganan sejak awal sangat penting agar kebakaran tidak semakin besar,” tegasnya.

Selain pengerahan personel dan peralatan, Tomy juga menyinggung dukungan anggaran untuk penanganan karhutla. Ia mengatakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan yang digunakan untuk kebutuhan penanganan apabila memenuhi ketentuan.

Menurutnya, karhutla dapat dikategorikan sebagai bagian dari bencana yang membutuhkan respons cepat, sehingga dukungan anggaran perlu disiapkan secara tepat.

“Untuk BTT, kalau memang sesuai ketentuan tentu dapat digunakan. Apalagi ini berkaitan dengan bencana alam dan penanganannya membutuhkan kesiapan anggaran,” ujarnya.

Tomy berharap koordinasi antara pemerintah daerah, BPB-PK, aparat keamanan, serta seluruh unsur terkait semakin diperkuat. Dengan koordinasi yang baik dan respons cepat, penanganan karhutla di Kalteng diharapkan dapat dilakukan sebelum api meluas dan kualitas udara semakin terganggu.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan sarana, personel, serta strategi pemadaman sebagai bagian dari upaya menghadapi potensi karhutla sepanjang musim rawan kebakaran.