PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Workshop Intervensi Khusus Mobile Migrant Population (MMP) bagi tenaga kesehatan tingkat provinsi dan Kabupaten Murung Raya di Hotel Neo Palangka Raya, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat eliminasi malaria menuju target Indonesia Bebas Malaria 2030. Hingga tahun 2025, sebanyak 12 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah telah memperoleh Sertifikat Eliminasi Malaria. Sementara itu, Kabupaten Murung Raya dan Kapuas masih menjadi wilayah prioritas karena masih menghadapi tantangan dalam pengendalian penularan malaria.
Salah satu tantangan terbesar di Kabupaten Murung Raya adalah tingginya mobilitas pekerja tambang, khususnya penambang ilegal yang beraktivitas di kawasan hutan terpencil dan sulit dijangkau. Kelompok ini menjadi penyumbang utama kasus malaria karena memiliki risiko tinggi terpapar gigitan nyamuk pembawa penyakit.
Sebagai langkah percepatan eliminasi malaria, Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menerapkan intervensi khusus bagi Mobile Migrant Population (MMP) melalui strategi Intermittent Preventive Treatment for Forest-goers (IPTF). Program ini memberikan obat pencegahan malaria kepada masyarakat yang bekerja dan menginap di kawasan hutan guna menekan risiko penularan.
Selain pemberian obat pencegahan, intervensi tersebut juga diperkuat melalui pembagian kelambu, repelan antinyamuk, penguatan sistem surveilans, serta monitoring dan evaluasi secara berkala di wilayah berisiko tinggi.
Melalui workshop ini, tenaga kesehatan diharapkan memiliki pemahaman teknis yang lebih baik dalam melaksanakan strategi intervensi berbasis Paket Hutan sehingga mampu memberikan layanan yang lebih efektif kepada kelompok masyarakat berisiko tinggi.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi malaria tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah daerah, lintas sektor, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Kabupaten Murung Raya dan Kalimantan Tengah bebas malaria sesuai target nasional tahun 2030.(zen)












