JAKARTA, 22 Agustus (Xinhua), eNewskalteng.com — Pertemuan Tingkat Menteri Kedua Dialog Bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan China-Indonesia digelar di Jakarta pada Jumat (21/8), dengan agenda utama memperkuat komunikasi strategis serta kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Pertemuan tersebut dipimpin bersama oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Pertahanan China Dong Jun, bersama Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
Wang mengatakan mekanisme dialog “2+2” tingkat menteri antara China dan Indonesia merupakan yang pertama dibentuk China dengan negara lain. Menurut dia, mekanisme tersebut membuka ruang baru bagi kedua negara untuk meningkatkan komunikasi strategis dan memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan regional maupun global.
Sebagai negara berkembang utama dan bagian penting dari Global South, China dan Indonesia dinilai memiliki kepentingan untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama. Wang menekankan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya memiliki arti penting secara bilateral, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi kerja sama di tingkat regional dan global.
Ia mengatakan China dan Indonesia perlu terus menjunjung Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai serta Semangat Bandung. Kedua negara juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama negara-negara berkembang dan mendorong terwujudnya kerja sama Global South yang lebih erat.
China, lanjut Wang, siap meningkatkan koordinasi dengan Indonesia dalam berbagai mekanisme multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), APEC, dan BRICS. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong terciptanya dunia multipolar yang lebih setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan.
Di bidang pertahanan, Dong Jun menyampaikan kesiapan China untuk menggali lebih luas potensi kerja sama dengan Indonesia. Menurutnya, hubungan pertahanan kedua negara perlu dikembangkan dari perspektif strategis guna mendukung keamanan dan pembangunan nasional masing-masing.
Dong menegaskan China bersedia memperdalam kerja sama pertahanan dan pembangunan militer dengan Indonesia serta menciptakan lebih banyak hasil nyata dalam hubungan bilateral.
Dari pihak Indonesia, Sugiono kembali menegaskan komitmen Jakarta terhadap kebijakan Satu China. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan China terhadap isu-isu yang berkaitan dengan perlindungan kedaulatan nasional Indonesia.
Sugiono mengatakan Indonesia terbuka untuk memperluas kerja sama dengan China dalam penanggulangan terorisme, penegakan hukum, serta pemberantasan penipuan siber. Kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan pertukaran intelijen dan penguatan kapasitas.
Sementara itu, Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan Indonesia siap memperkuat komunikasi strategis dan meningkatkan pertukaran antarmiliter dengan China.
Menurut Sjafrie, kerja sama dapat diperluas ke sejumlah bidang, antara lain pertahanan, keamanan maritim, keamanan siber, penanganan judi daring dan penipuan telekomunikasi, serta pemberantasan kejahatan transnasional.
Dalam dialog tersebut, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan keamanan internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.
China dan Indonesia sepakat memperkuat kemitraan keamanan, saling mendukung kepentingan inti masing-masing, serta menentang campur tangan pihak luar. Kedua negara juga menyatakan komitmen untuk memberikan kontribusi lebih besar terhadap perdamaian dan pembangunan global.
Kedua pihak sepakat mendorong model keamanan Asia yang menekankan semangat senasib sepenanggungan, mengedepankan dialog dan konsultasi, serta mencari titik temu di tengah perbedaan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjaga momentum kerja sama kawasan sekaligus mendukung perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.
Selain itu, China dan Indonesia menyatakan kesiapan memperkuat kerja sama dalam kerangka empat inisiatif global serta bersama-sama mempertahankan sistem perdagangan multilateral.
Kedua negara juga sepakat meningkatkan koordinasi dalam menyikapi persoalan Timur Tengah dan berperan aktif dalam mendorong terciptanya perdamaian serta penghentian permusuhan.(red)












