Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Pemerintah Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, menggelar sosialisasi dan pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Murung, Kamis (8/10/2026), tersebut diikuti 70 peserta dari unsur pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan.
Camat Murung, Ivan Sugita, mengatakan pelatihan ini penting dilaksanakan mengingat ancaman karhutla masih terjadi di wilayah Murung Raya. Terlebih, pemerintah kabupaten telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan dan karhutla sejak 18 September 2026, setelah sebelumnya berada dalam status siaga darurat pada Agustus.
Menurut Ivan, kemarau berkepanjangan dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut juga berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penanganan karhutla selama ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Satpol PP dan Damkar, BPBD, KPHP, TNI, Polri, serta masyarakat. Karena itu, keterlibatan aktif pemerintah desa dan warga diperlukan agar penanganan kebakaran dapat dilakukan sejak dini.
Ivan menegaskan, desa dan kelurahan perlu memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan awal ketika muncul titik api tanpa harus selalu menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten. Koordinasi antara pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanggulangan kebakaran. Ia menjelaskan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kegiatan pendidikan, aktivitas ekonomi, sektor pertanian, hingga memicu kesulitan air bersih. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari Satpol PP dan Damkar, BPBD, serta pemateri terkait lainnya. Pelatihan juga dilengkapi dengan praktik lapangan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam menghadapi potensi kebakaran. Selain pelatihan, Ivan meminta seluruh pemerintah desa dan kelurahan tetap mengaktifkan posko penjagaan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Ia juga mendorong penyelarasan alokasi anggaran desa untuk penanggulangan bencana, termasuk mengusulkan sekitar tiga persen Dana Desa agar dapat mendukung upaya tersebut mulai 2027.
Sebagai bentuk dukungan operasional, Kecamatan Murung menganggarkan pengadaan tiga unit mesin pompa pada 2026. Sejumlah mesin pompa yang tersedia juga direncanakan untuk dipinjam-pakaikan kepada RT di kawasan permukiman padat guna membantu penanganan kebakaran. Di samping itu, pihak kecamatan telah mengajukan proposal kepada Bupati Murung Raya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk pengadaan tandon air. Usulan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan.(red)










