BeritaPemkab Kotawaringin Timur

BPBD Kotim Kesulitan Pengadaan Peralatan Pemadam Karhutla, Stok di Pasar Kosong

20
×

BPBD Kotim Kesulitan Pengadaan Peralatan Pemadam Karhutla, Stok di Pasar Kosong

Sebarkan artikel ini
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim Imam Subekti, saat menyampaikan laporan pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Karhutla dan Kekeringan, Selasa (9/9/2026). (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Imam Subekti, mengatakan pihaknya mengalami kesulitan untuk pengadaan sejumlah peralatan pemadam karhutla lantaran stok di pasaran mengalami kekosongan.

Imam menjelaskan, meski telah berupaya mencari peralatan tersebut melalui sejumlah rekanan, toko, hingga pembelian secara daring, namun akibat tingginya kebutuhan pengadaan dari berbagai daerah membuat ketersediaan barang di pasaran mengalami kekosongan. “Kami telah menghubungi dengan sejumlah rekanan dan telah mendapatkan barang. Tetapi untuk berikutnya rekanan juga kesulitan karena semua kabupaten dan kota yang menangani karhutla sedang memesan barang yang sama,” kata Imam, Selasa (9/9/2026).

BPBD Kotim ungkap Imam terus mengupayakan untuk memperoleh tambahan peralatan dalam satu hingga dua hari ke depan. Kebutuhan tersebut antara lain alkon, selang, nozzle, serta perlengkapan pemadaman lainnya. “Kami bahkan sempat mencari informasi di toko dan online, namjun pihak online juga tidak semuanya sanggup menyediakan karena semua kabupaten membutuhkan peralatan yang sama. Bahkan pihaknya sampai mencari ke Palangka Raya, namun barang sejenis sudah dibeli orang lain,” katanya.

Imam juga menerangkan, pencarian peralatan juga telah dilakukan hingga ke Banjarmasin, Surabaya, dan Jakarta. Namun, persoalannya bukan hanya menemukan barang, melainkan memastikan barang tersebut benar-benar tersedia dan dapat segera dikirim. “Kondisi tersebut membuat BPBD harus selektif dalam mendistribusikan peralatan yang tersedia kepada kecamatan, masyarakat peduli api (MPA), organisasi perangkat daerah (OPD), maupun tim relawan. Ketersediaan alkon di BPBD Kotim juga terus berkurang karena sebagian telah didistribusikan untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah,” ungkap Imam. (man)