BeritaEksekutifPemkab PalangkarayaPeristiwa

Bidhumas Polda Kalteng Gencarkan Edukasi Bijak Bermedsos dan Anti-Bullying di Homy School Primary

70
×

Bidhumas Polda Kalteng Gencarkan Edukasi Bijak Bermedsos dan Anti-Bullying di Homy School Primary

Sebarkan artikel ini
Kegiatan sosialisasi Bidhumas Polda Kalteng tentang bijak bermedia sosial dan setop perundungan atau bullying di Homy School Primary, Jalan Garuda III, Kota Palangka Raya.(Photo/zen)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Upaya mencegah penyalahgunaan media sosial dan maraknya perilaku perundungan di kalangan pelajar terus dilakukan Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Kalimantan Tengah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Homy School Primary, Jalan Garuda III, Kota Palangka Raya, Sabtu (6/12/2025) sore.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah preventif untuk membekali para pelajar dengan pengetahuan mengenai penggunaan media sosial yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Dalam penyampaiannya, materi utama diberikan oleh Aipda Sujatmiko Tri Mardiantoro. Ia memaparkan berbagai contoh perilaku bermedia sosial yang sering menimbulkan masalah, seperti penyebaran hoaks, pencemaran nama baik, hingga ujaran kebencian.

“Kami ingin para siswa memahami bahwa setiap informasi yang diterima tidak boleh langsung dibagikan begitu saja. Pastikan dahulu kebenarannya agar tidak terlibat dalam penyebaran berita palsu,” jelas Kombes Erlan.

Ia menegaskan pentingnya prinsip “saring sebelum sharing” sebagai kunci untuk menjaga ruang digital tetap sehat. Para siswa juga diajak berdiskusi mengenai dampak negatif media sosial apabila digunakan tanpa kontrol, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Selain literasi digital, peserta juga diberikan pemahaman mengenai bahaya perundungan, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Kabidhumas mengingatkan bahwa bullying dapat menimbulkan trauma jangka panjang dan merusak psikologis korban.

“Tidak ada alasan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun mental. Hentikan perundungan dalam bentuk apa pun,” tegas Erlan di hadapan para siswa.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya membangun karakter pelajar yang lebih bijak dan berempati, baik dalam kehidupan nyata maupun dunia maya.(Zen)

Penulis : Zendrato

Editor : Andi Kadarusman