BeritaInternasional

Asia-Pasifik Dorong Kerja Sama dan Inovasi untuk Perkuat Kemakmuran Bersama

5
×

Asia-Pasifik Dorong Kerja Sama dan Inovasi untuk Perkuat Kemakmuran Bersama

Sebarkan artikel ini

SHENZHEN, 8 September (Xinhua), eNewskalteng.com — Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi hijau membuka peluang baru bagi kawasan Asia-Pasifik. Modernisasi yang berlangsung di Tiongkok dinilai dapat memberikan pengalaman sekaligus peluang kerja sama bagi negara-negara di kawasan tersebut. Pandangan itu mengemuka dalam Forum Media Asia-Pasifik (Asia-Pacific Media Forum) yang berlangsung di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, Sabtu (5/9).

Seorang tamu memberikan komentar mengenai laporan wadah pemikir (think tank) berjudul “Keterbukaan, Inovasi, dan Kerja Sama, Membangun Komunitas Asia-Pasifik yang Lebih Sejahtera” (Openness, Innovation, and Cooperation — Building a More Prosperous Asia-Pacific Community) di luar lokasi penyelenggaraan utama upacara pembukaan Forum Media Asia-Pasifik (Asia-Pacific Media Forum) di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada 5 September 2026. (Xinhua/Li An)

Forum tersebut menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian “Tahun Tiongkok” APEC 2026. Lebih dari 400 perwakilan dari lebih dari 40 negara dan kawasan menghadiri kegiatan tersebut, termasuk perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta sejumlah organisasi internasional. Para peserta berharap Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC ke-33 yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen pada November mendatang dapat memperkuat kerja sama regional dan memberikan dorongan baru bagi pembangunan serta kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik.

Membangun Komunitas Asia-Pasifik

Sebagai tuan rumah APEC 2026, Tiongkok mengusung tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama” (Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together). Tema tersebut menempatkan kerja sama, penghormatan terhadap keberagaman, dan pembangunan bersama sebagai bagian penting dalam membangun masa depan kawasan.

Saeed Ahmad, Direktur Jenderal Pakistan Broadcasting Corporation, mengatakan komunitas Asia-Pasifik tidak semata-mata dibentuk berdasarkan kedekatan geografis. “Komunitas Asia-Pasifik merupakan kemitraan yang dibangun di atas dasar saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, kemakmuran bersama, dan keberagaman budaya,” katanya.

Menurut Saeed, hubungan antarperekonomian di kawasan juga dipersatukan oleh kepentingan bersama terhadap stabilitas, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan masyarakat. Asia-Pasifik saat ini memiliki posisi strategis dalam perekonomian global. Kawasan tersebut dihuni sekitar sepertiga populasi dunia, menghasilkan lebih dari 60 persen output ekonomi global, serta menyumbang hampir setengah dari perdagangan dunia. Kamphol Mahanukul, Presiden Thai-Chinese Journalists Association, menilai perkembangan ekonomi Asia-Pasifik merupakan hasil dari komitmen panjang terhadap keterbukaan, kerja sama praktis, dan penghormatan antarnegara.

Sementara itu, Sourabh Gupta, resident senior fellow di Institute for China-America Studies, mengatakan kebangkitan Asia telah menjadi salah satu kekuatan penting yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi kawasan maupun dunia. “Kebangkitan Asia merupakan sesuatu yang luar biasa. Hal ini membantu menyediakan mesin penggerak yang dinamis, tidak hanya bagi kawasan Asia-Pasifik tetapi juga bagi ekonomi global,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Shezra Mansab Ali Khan Kharal, Menteri Negara untuk Perubahan Iklim dan Koordinasi Lingkungan Pakistan. Menurut dia, kemakmuran kawasan akan lebih mudah dicapai melalui kerja sama dan keterbukaan dibandingkan pendekatan yang mengarah pada pemisahan. “Jalur menuju kemakmuran bersama di kawasan Asia-Pasifik ditempuh melalui kerja sama, bukan pemaksaan; melalui perdagangan terbuka, bukan tembok; melalui dialog, bukan perpecahan,” katanya.

Keterbukaan, Inovasi, dan Kerja Sama

Dalam “Tahun Tiongkok” APEC 2026, keterbukaan, inovasi, dan kerja sama menjadi tiga pilar utama yang mendapat perhatian. Para peserta forum menilai ketiga prinsip tersebut sejalan dengan kebutuhan perekonomian anggota APEC untuk memperkuat konektivitas, mendorong inovasi, serta memperdalam integrasi ekonomi regional.

Nguyen Ha Phuong, Peneliti Utama di Institute for Asia-Pacific Studies di bawah Akademi Ilmu Sosial Vietnam, mengatakan keterbukaan menjadi semakin penting ketika perekonomian global menghadapi ketidakpastian. “Asia-Pasifik yang sejahtera dan stabil menuntut perekonomian untuk mempertahankan jalur perdagangan, investasi, dan dialog, bahkan ketika kondisi eksternal menjadi lebih sulit,” ujarnya. Menurut Nguyen, konektivitas antarnegara juga memberikan ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha untuk melakukan diversifikasi pasar, pemasok, maupun jaringan logistik.

Sementara itu, You Sang Chul, Kepala Institut Tiongkok di bawah Korea JoongAng Daily, menyoroti perkembangan teknologi di Shenzhen sebagai gambaran transformasi digital yang berlangsung cepat. Ia menyebut kendaraan otonomos dan layanan pengantaran menggunakan drone sebagai contoh teknologi yang mulai terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Menurut You, Tiongkok juga menjadi salah satu negara yang berada di garis depan inovasi global, termasuk dalam pengembangan AI. Teknologi digital dan konsep pembangunan hijau semakin dipadukan dalam proses modernisasi negara tersebut. Pengalaman tersebut, katanya, dapat menjadi referensi sekaligus membuka peluang baru bagi perekonomian lain di kawasan Asia-Pasifik.

Sejalan dengan semakin kuatnya agenda “Tahun Tiongkok” APEC, kerja sama praktis di antara perekonomian anggota juga terus berkembang. Sejumlah bidang yang mendapat perhatian antara lain ketahanan pangan, perikanan, urusan kelautan, dan energi. Kerja sama lintas sektor tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.

Felipe Cuadra, penasihat hukum harian Chile La Tercera, mengatakan meningkatnya kerja sama Asia-Pasifik telah menciptakan peluang yang lebih luas bagi Chile. Menurut dia, negara-negara Amerika Latin membutuhkan mitra yang beragam dan dapat diandalkan agar lebih mampu menghadapi berbagai guncangan eksternal. Dengan semakin eratnya hubungan ekonomi, teknologi, dan perdagangan, Asia-Pasifik dinilai memiliki peluang besar untuk membangun jalur pembangunan yang lebih terbuka, inovatif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat kawasan.(red)