Anthony Ginting meminta BWF agar lebih memperhatikan lapangan-lapangan yang tidak menggunakan Instant Replay System (IRS) saat turnamen berlangsung. Sebab, bisa merugikan pemain.
Ginting menghadapi Kenta Nishimoto di babak kedua Korea Open yang bergulir di Suwon Gymnasium, pada Kamis (25/9/2025). Di laga tersebut, Ginting mengalami momen kurang mengenakkan.
“Tadi sudah mencoba berbagai cara, memang adu strategi dari awal sampai terakhir. Di gim kedua, saya terlalu banyak masuk ke dalam permainan Kenta Nishimoto,” ujar Ginting.
“Ke depan semoga ada perhatian lebih dan perbaikan dari BWF untuk kasus-kasus seperti ini terutama di lapangan-lapangan pinggir yang tidak tersedia Instant Replay System (IRS),” harap Ginting.
Sejak kembali pada pertengahan Juli lalu, Ginting selalu kandas di babak 32 besar dalam lima turnamen yang sudah di jalani pertengahan Juli lalu. Yakni Japan Open, China Open, Kejuaraan Dunia, Hong Kong Open, dan China Masters.(y)












