BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Anggota DPRD Sudarto Ingatkan Warga Jangan Tergiur Tawaran Kelulusan CPNS Instan

14
×

Anggota DPRD Sudarto Ingatkan Warga Jangan Tergiur Tawaran Kelulusan CPNS Instan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto.

Palangka Raya, eNewskalteng.com — Komisi I DPRD Kota Palangka Raya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai pihak-pihak yang menawarkan jaminan kelulusan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penipuan yang kerap muncul menjelang pembukaan rekrutmen aparatur sipil negara.

Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto, menegaskan bahwa proses seleksi CPNS dilaksanakan melalui mekanisme yang ketat, transparan, dan terstandarisasi. Karena itu, tidak ada pihak yang dapat menjamin seseorang lulus seleksi di luar prosedur resmi yang telah ditetapkan pemerintah. “Pelaksanaan seleksi CPNS dijalankan BKPSDM yang memiliki mekanisme baik, mulai dari tahap perencanaan hingga pengumuman hasil,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi mulai dari penyusunan materi ujian, pelaksanaan tes, hingga penetapan hasil dilakukan berdasarkan aturan dan pedoman yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sementara pemerintah daerah hanya berperan sebagai pelaksana teknis sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Sudarto, sistem seleksi berbasis komputer yang diterapkan saat ini turut memperkuat transparansi dan objektivitas proses rekrutmen. Dengan demikian, peluang terjadinya praktik kecurangan maupun intervensi pihak tertentu dapat diminimalkan. “Karena itu kami yakin proses seleksi CPNS nantinya berjalan transparan tanpa menimbulkan keraguan di masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran dari oknum yang mengaku memiliki akses atau kemampuan meloloskan peserta menjadi CPNS. Modus semacam itu, menurutnya, sering dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari calon pelamar yang kurang memahami mekanisme seleksi.

Sudarto mengimbau masyarakat untuk selalu memperoleh informasi dari sumber resmi pemerintah dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar tanpa kejelasan sumber. Selain itu, ia menyarankan para calon pelamar memanfaatkan waktu sebelum pembukaan pendaftaran untuk meningkatkan kemampuan dan memperdalam pemahaman terhadap materi seleksi. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai janji kelulusan dari pihak tidak bertanggung jawab. Lebih baik fokus belajar dan berlatih dengan soal-soal sebelumnya agar siap saat seleksi dibuka,” pungkasnya.(nis)