Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Suprianto, menegaskan potensi perdagangan karbon bisa menjadi sumber utama pendapatan asli daerah (PAD). Untuk itu ia mendorong pemerintah daerah menggarap peluang besar tersebut karena luas kawasan hutan di Kotim mencapai sekitar 64 persen dari total wilayah ini, Selasa (21/10/2025). “Saya sedang menulis dan mengkaji terkait peluang besar dari trading carbon. Kabupaten Kotim dan Katingan itu punya potensi karbon yang sangat besar. Katingan punya hutan sekitar 82 persen, sementara Kotim 64 persen. Ini peluang besar untuk mendapatkan pendapatan daerah dari sektor lingkungan,” jelasnya.
Suprianto menyatakan, sinergi antara pengelolaan aset daerah, penguasaan wilayah strategis, dan pemanfaatan potensi karbon akan menjadi kombinasi kuat untuk memperkuat ketahanan fiskal daerah. Untuk itu Pemkab Kotim agar lebih berani mengambil langkah strategis melalui perdagangan karbon (trading carbon), sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan pembangunan Kotim. “Meskipun regulasinya belum ada, tetapi justru itulah pemerintah daerah harus bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah strategis. Apabila nanti regulasinya sudah keluar, artinya Kotim sudah siap lebih dulu.
Salah satu cara ungkap Suprianto adalah pemerintah daerah bisa bergerak cepat menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki pengalaman dalam perdagangan karbon, seperti perusahaan Restorasi Ekosistem (RMU) yang telah aktif di sektor tersebut. “Apabila hanya bergantung pada dana transfer pusat tentunya jumlahnya terbatas. Untuk itu Kotim harus punya sumber pendapatan baru yang berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik daerah. Melalui Trading carbon inilah peluang emas yang harus dimanfaatkan demi masa depan Bumi Habaring Hurung,” pungkas Suprianto.(man)
Penulis : Normansyah/enewskalteng.com
Editor : Andi Kadarusman












