BeritaDPRD KaltengLegislatif

Anggota DPRD Kalteng Siti Nafsiah Dorong Lingkungan Inklusif agar Lansia Tetap Aktif dan Produktif

20
×

Anggota DPRD Kalteng Siti Nafsiah Dorong Lingkungan Inklusif agar Lansia Tetap Aktif dan Produktif

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan fasilitas dan ruang publik yang ramah bagi lanjut usia (lansia). Langkah tersebut dinilai penting guna menciptakan lingkungan yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat usia lanjut di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, seiring meningkatnya jumlah penduduk lansia, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih melalui penyediaan sarana yang memungkinkan mereka tetap aktif, sehat, produktif, serta mampu berinteraksi dengan lingkungan sosial. “Lansia membutuhkan ruang yang membuat mereka tetap bisa beraktivitas dan berada di tengah masyarakat. Dengan begitu, mereka tetap merasa dihargai, memiliki peran, dan tidak terpinggirkan,” ujar Siti Nafsiah, Kamis (18/6/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai keberadaan fasilitas yang ramah lansia tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan mental. Kesempatan untuk bersosialisasi dan mengikuti berbagai aktivitas diyakini mampu mengurangi rasa kesepian maupun keterasingan sosial yang kerap dialami oleh kelompok usia lanjut. Selain dukungan pemerintah, Siti Nafsiah menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan perhatian dan pendampingan kepada para lansia. Menurutnya, kehangatan keluarga menjadi faktor penting yang dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan mereka saat memasuki masa lanjut usia.

Ia juga mengingatkan agar keluarga tidak menjadikan panti jompo sebagai pilihan utama tanpa mempertimbangkan kondisi psikologis dan kebutuhan sosial para lansia. Kehadiran mereka di tengah keluarga justru dapat memperkuat ikatan emosional sekaligus memberikan manfaat bagi seluruh anggota keluarga. “Pihak keluarga juga perlu memberikan perhatian yang baik kepada para lansia dan tidak serta-merta menempatkan mereka di panti jompo hingga membuat mereka jauh dari keluarga serta terkesan terisolasi,” katanya.

Lebih lanjut, Siti Nafsiah menyebut keberadaan Daycare Lansia Cahaya Senja di Palangka Raya dapat menjadi contoh layanan yang memberikan ruang bagi lansia untuk tetap aktif tanpa harus meninggalkan lingkungan keluarga. Fasilitas tersebut memungkinkan para lansia mengikuti berbagai kegiatan, mengembangkan kemampuan, serta bersosialisasi dengan sesama. Ia berharap keberadaan fasilitas serupa dapat terus diperluas di berbagai daerah di Kalimantan Tengah sehingga semakin banyak lansia yang memperoleh akses terhadap layanan yang mendukung kesehatan, aktivitas sosial, dan kesejahteraan mereka.(kaer)