Palangka Raya, eNewskalteng.com – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah dinilai memerlukan kolaborasi yang kuat antarorganisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh pemangku kepentingan. Penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial karena persoalan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Bryan Iskandar, mengatakan stunting bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pendidikan, pola asuh keluarga, sanitasi lingkungan, hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. “Persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak, tetapi juga dipengaruhi berbagai faktor lain yang saling berkaitan,” ujar Bryan, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan program percepatan penurunan stunting tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada Dinas Kesehatan. Seluruh OPD harus menjalankan peran sesuai tugas dan fungsinya agar intervensi yang dilakukan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan hasil yang maksimal. Bryan mencontohkan Dinas Pendidikan dapat berkontribusi melalui edukasi mengenai pola hidup sehat, gizi seimbang, serta penguatan pola asuh keluarga. Sementara itu, Dinas Sosial berperan dalam pendataan dan pendampingan keluarga rentan, sedangkan pemerintah kabupaten dan kota menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan berbagai program di lapangan.
Ia menilai sinergi yang terbangun antarinstansi akan membuat program penanganan stunting lebih tepat sasaran, efisien, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, Bryan menegaskan DPRD Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung berbagai kebijakan pemerintah dalam menekan angka stunting melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. “DPRD siap memberikan dukungan, baik dari sisi kebijakan, pengawasan, maupun alokasi anggaran,” tegasnya. Menurut Bryan, fungsi pengawasan DPRD akan terus dioptimalkan agar seluruh program yang telah direncanakan benar-benar terlaksana secara efektif serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.(kaer)












