BeritaDPRD PalangkarayaLegislatif

Anggota DPRD HM. Khemal Nasery Tekankan Pelestarian Identitas Budaya dalam Pengembangan Benang Bintik

8
×

Anggota DPRD HM. Khemal Nasery Tekankan Pelestarian Identitas Budaya dalam Pengembangan Benang Bintik

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, HM. Khemal Nasery.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, HM. Khemal Nasery, mendorong para pengrajin benang bintik agar terus melakukan inovasi guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasaran. Namun, ia menegaskan pengembangan motif maupun teknik pewarnaan harus tetap mempertahankan identitas budaya daerah.

Menurut Khemal, kekhasan benang bintik sebagai warisan budaya menjadi nilai utama yang membedakannya dari produk batik daerah lain. Karena itu, inovasi yang dilakukan jangan sampai menghilangkan karakter asli yang melekat pada produk tersebut. “Inovasi merupakan elemen penting untuk meningkatkan daya saing produk. Kekhasan benang bintik sebagai warisan budaya wajib dipertahankan dalam setiap karya agar tidak menghilangkan identitas lokal,” ujar Khemal, Senin (4/5/2026).

Ia menilai, pengrajin tidak bisa hanya mengikuti tren pasar semata tanpa mempertimbangkan ciri khas daerah. Justru, karakter budaya yang dimiliki benang bintik menjadi kekuatan utama sekaligus daya tarik tersendiri di pasar yang lebih luas. “Kita tidak dapat hanya mengikuti tren yang berkembang. Karakteristik dan ciri khas daerah yang melekat pada benang bintik merupakan kekuatan utama serta daya tarik yang harus ditonjolkan di pasar,” tegasnya.

Khemal optimistis, apabila identitas budaya tersebut dijaga secara konsisten, benang bintik memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional. Keunikan yang dimiliki diyakini mampu menjadi nilai pembeda yang kuat dibanding produk sejenis dari daerah lain. Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan industri kreatif berbasis budaya. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui pembinaan keterampilan, promosi yang lebih masif, hingga pembukaan akses pasar bagi para pengrajin lokal.(nis)