BeritaDPRD Palangkaraya

Anggota DPRD Hasan Busyairi: Penguatan Karakter Generasi Muda Kunci Menjaga Ketahanan Sosial

20
×

Anggota DPRD Hasan Busyairi: Penguatan Karakter Generasi Muda Kunci Menjaga Ketahanan Sosial

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai penguatan edukasi dan pendidikan karakter menjadi langkah penting dalam menyikapi berbagai isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk pembahasan mengenai lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer/questioning (LGBTQ) yang kembali menjadi perhatian publik.

Menurut Hasan, masyarakat perlu dibekali pemahaman yang memadai mengenai nilai-nilai sosial, budaya, serta pentingnya sikap saling menghormati agar mampu menyikapi berbagai informasi secara bijaksana dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. “Langkah yang lebih efektif adalah memperkuat edukasi kepada masyarakat sehingga kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan budaya yang berlaku dapat terus terjaga,” ujar Hasan, Sabtu (11/7/2026).

Ia mengatakan, generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan sehingga perlu mendapatkan pembinaan karakter sejak dini. Pendidikan di lingkungan keluarga maupun sekolah dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap kritis, bertanggung jawab, serta mampu menyaring berbagai informasi yang diterima. Hasan menegaskan bahwa pembinaan karakter tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Menurutnya, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah daerah harus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda. “Pembinaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah memiliki tanggung jawab bersama dalam membentuk karakter generasi muda,” katanya.

Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa penguatan pendidikan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Pembinaan yang konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun institusi pendidikan, dinilai penting untuk menanamkan nilai tanggung jawab, etika, dan kepedulian sosial. Selain itu, Hasan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang di ruang publik. Menurutnya, dialog yang sehat akan membantu masyarakat memahami suatu persoalan secara lebih proporsional, mengurangi kesalahpahaman, serta menghindari munculnya stigma terhadap kelompok tertentu. “Komunikasi yang terbuka dan bijak perlu terus dibangun agar masyarakat dapat memahami persoalan ini secara proporsional tanpa menimbulkan kesalahpahaman maupun stigma yang berlebihan,” tutupnya.(nis)