BeritaPemkab Kotawaringin Timur

Akhir September Atau Awal oktober 2026 Siswa Sekolah Rakyat Bisa Menempati Gedung baru

23
×

Akhir September Atau Awal oktober 2026 Siswa Sekolah Rakyat Bisa Menempati Gedung baru

Sebarkan artikel ini
Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Rakyat di Islamic Center, Selasa (8/9/2026). (Foto-Normansyah)

Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, berharap pada akhir September atau awal Oktober 2026 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 55, bisa menempati gedung baru yang berlokasi di Wengga Metropolitan Sampit.

Menurut Irawati, kepindahan siswa masih menunggu kesiapan fasilitas asrama, meskipun ruang belajar di gedung baru disebut hampir rampung. Sejumlah fasilitas pendukung, terutama tempat tidur dan kebutuhan konsumsi siswa, masih dalam tahap persiapan. “Para siswa belum dapat dipindahkan sebelum seluruh fasilitas asrama siap. Penempatan juga harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan jenis kelamin, mengingat siswa SRT 1 terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA dengan asrama putra dan putri yang terpisah,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Progres pembangunan gedung SRT 1 ungkapnya secara fisik telah mencapai sekitar 99 persen. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan dan persiapan yang harus diselesaikan sebelum gedung dapat digunakan sepenuhnya. Diantaranya kesiapan tempat tidur karena masih harus dirakit, kemudian vendor makanan juga harus menyesuaikan dengan jumlah murid.

Disis lain aktivitas siswa juga sempat terdampak kabut asap pekat. Dalam kondisi tersebut, siswa yang memiliki keluarga di sekitar Sampit dipulangkan ke rumah masing-masing. “Yang punya keluarga, mereka pulang ke keluarganya. Kalau yang tidak punya keluarga, sementara dikumpulkan di sini,” kata Irawati.

Saat ini, masih terdapat sekitar empat siswa yang tinggal sementara di asrama SRT 55 karena tidak memiliki keluarga yang dapat menjadi tempat tinggal selama masa tersebut.

Irawati memastikan kepindahan siswa ke gedung SRT 1 tetap ditargetkan terealisasi pada 2026. Pemerintah daerah terus menunggu penyelesaian fasilitas agar seluruh kebutuhan siswa dapat terpenuhi sebelum proses pemindahan dilakukan. “Mudah-mudahan tahun ini. Karena dari Kemensos dan Kementerian PU seharusnya selesai Juli kemarin, tetapi karena ada kendala di lapangan sehingga sampai sekarang belum selesai,” pungkasnya. (man)