Kotawaringin Timur. eNewskalteng.com — Akses jalan di ujung landasan pacu bandara Haji Asan Sampit menuju Desa Bengkirai akan segera ditutup. Hal ini guna memastikan keselamatan penerbangan. “Saya telah meninjau Bandara Haji Asan Sampit, khususnya runway yang di ujung sebelah timur karena masih ada jalan menuju Desa Bengkirai, dan dari segi keselamatan itu berisiko sekali, karena jalan itu termasuk Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP),” kata Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur Halikinnor, Kamis (22/5/2025).
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur kata Halikinnor, sedang mengupayakan pengembangan bandara Haji Asan Sampit, agar bisa digunakan untuk pesawat berbadan besar. Salah satunya adalah perpanjangan serta pelebaran landasan pacu diujung landasan. “Maka dari itu, akses jalan menuju desa Bengkirai yang berada di sisi timur landasan pacu akan segera ditutup. Selain itu, penutupan akses jalan masyarakat ini juga untuk memastikan keselamatan penerbangan,” tegas Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor,” tandasnya.
Untuk akses masyarakat Desa Bengkirai, akan dialihkan melewati jalan yang tembus ke jalan Cilik Riwut. Jalan tersebut akan diaspal paling lambat awal tahun 2026 mendatang, dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan antara 8 hingga 10 miliar.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim Mentana Dhinar Tistama, menjelaskan akses jalan yang ditutup hanya yang masuk kawasan bandara, yakni sepanjang 145 meter. Kedepannya akses jalan bagi masyarakat dari Desa Bengkirai menuju Kota Sampit akan dialihkan ke Jalan Bengkirai yang tembus ke Jalan Tjilik Riwut. “Bupati minta segera, tetapi kami perlu berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terutama tim anggaran. Pihaknya pada dasarnya siap untuk melaksanakan selama anggarannya tersedia,” demikian Mentana.(man)












