BeritaEksekutifPemkab KatinganPemprov Kalimantan Tengah

Makanan Bergizi Gratis Untuk Pelajar Katingan Hilir,  Realita Pahit di Hari Pertama

220
×

Makanan Bergizi Gratis Untuk Pelajar Katingan Hilir,  Realita Pahit di Hari Pertama

Sebarkan artikel ini
Peresmian Program Makanan Bergizi Gratis oleh Pemerintah Daerah.(Photo/ist)

Katingan Hilir. eNewskalteng.com — Pagi itu, suasana di halaman sebuah Sekolah tampak tak biasa. Kotak-kotak makanan tersusun rapi di atas meja. Ratusan pelajar berbaris dengan wajah antusias. Mereka menjadi saksi peluncuran program makanan bergizi gratis yang digagas Badan Gizi Nasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kabupaten Katingan, Senin (4/8/2025).

Anak-anak sekolah saat menantap makanan bergizi gratis.(Photo/ist)
Pj Sekda Katingan Cristian Rain yang hadir bersama Danramil dan Kapolsek Katingan Hilir ikut meninjau langsung proses distribusi makanan bergizi gratis di salah satu sekolah. (Photo/ist)

Harapan tinggi mengiringi langkah besar menjawab kebutuhan gizi anak sekolah sekaligus menjadi upaya konkret penanggulangan stunting di Katingan. Namun, kenyataan di lapangan bicara lain.

Beberapa siswa di sebuah SLTA terlihat duduk berdua, makan dari satu piring yang sama. Bukan karena akrab, tapi karena jatah yang datang tak cukup. Di pojok kelas, seorang guru membuka rantang makanan hanya untuk mendapati isinya kosong dari nasi. Seorang siswa lainnya memegang sendok, namun enggan menyuap karena nasi di kotaknya masih mentah dan keras.

“Pak, ini nggak bisa dimakan,” bisik seorang anak kepada gurunya sambil menunjuk nasi yang tak matang.

Sementara, Pj Sekda Katingan Cristian Rain yang hadir bersama Danramil dan Kapolsek Katingan Hilir pada salah satu sekolah dasar tampak ikut meninjau langsung proses distribusi. Ia mendengar beberapa keluhan guru dan siswa secara langsung. “Sampaikan kepada guru jika ada makanan yang tidak cocok atau ada yang kurang untuk segera diperbaiki,” ujar Cristian, mencoba meredakan kekhawatiran.

Sebanyak 2.000 paket makanan disiapkan untuk tahap awal pelaksanaan program. Jumlah itu ternyata belum sebanding dengan kebutuhan riil di lapangan. Padahal, menurut rencana, program ini akan dijalankan bertahap hingga menjangkau seluruh pelajar di Kabupaten Katingan.

Meski hari pertama penuh catatan, tak sedikit pihak yang berharap program ini terus diperbaiki dan ditingkatkan. Banyak yang menilai, langkah ini tetap merupakan titik awal penting dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan cerdas.

Namun, satu hal yang jelas, pemenuhan gizi bukan sekadar membagikan makanan. Ia menuntut ketepatan, ketelitian, dan kesungguhan dalam pelaksanaannya. Karena bagi sebagian anak, sepiring nasi bukan hanya soal kenyang, tapi soal harapan akan masa depan.(dan)