Palangka Raya, eNewskalteng.com — Pemerintah Kota Palangka Raya terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka anak berisiko stunting. Berdasarkan pemantauan terbaru di berbagai kelurahan, tren penurunan kasus stunting menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Akhmad Husain, mengungkapkan bahwa pengecekan langsung di lapangan mengindikasikan penurunan signifikan jumlah anak dalam kategori berisiko stunting.
“Beberapa kelurahan hanya mencatat satu hingga dua anak yang berisiko, bahkan ada yang sudah tidak memiliki kasus sama sekali,” ujar Husain usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Sabangau, Selasa (4/2/2025).
Salah satu kelurahan yang menunjukkan progres signifikan adalah Kelurahan Sebaru, yang saat ini hanya mencatat satu anak berisiko stunting. Meski demikian, Pemko Palangka Raya tetap melakukan verifikasi lanjutan guna memastikan keakuratan data.
“Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dan memastikan bahwa intervensi dilakukan secara tepat sasaran,” tambah Husain.
Sebagai langkah preventif, Pemko tetap menjalankan berbagai program unggulan seperti Bapak/Ibu Asuh Anak Stunting dan Dapur Sehat yang fokus pada pemenuhan gizi anak-anak. Program ini diharapkan mampu menekan angka stunting lebih lanjut.
Di sisi lain, validasi data juga menjadi prioritas utama. Pemko ingin memastikan bahwa intervensi dilakukan sesuai kondisi riil masing-masing kelurahan.
“Kami akan cek kembali validitas datanya. Tapi sejauh ini, indikator kesehatan masyarakat menunjukkan peningkatan,” katanya.
Husain optimistis bahwa dengan sinergi berbagai pihak, tren penurunan angka stunting ini bisa terus dipertahankan. Ia juga berharap capaian ini dapat mendukung target nasional dalam percepatan penanggulangan stunting di Indonesia.(man)












