PALANGKA RAYA, eNewskalteng.com – Provinsi Kalimantan Tengah menempati urutan kedelapan dengan inflasi tertinggi secara nasional, yakni sebesar 5,02 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Inflasi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi yang diikuti Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara virtual, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bajakah I, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Anang Dirjo, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Tengah Said Salim, serta kepala perangkat daerah teknis terkait.
Dalam evaluasi tersebut, sejumlah komoditas tercatat memberikan andil terhadap inflasi di Kalimantan Tengah. Beras menjadi salah satu penyumbang terbesar dengan andil sebesar 0,87, disusul emas sebesar 0,49, bensin sebesar 0,33, serta daging ayam ras dan ikan nila yang masing-masing sebesar 0,26.
Data tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan tekanan inflasi, terutama pada komoditas yang berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat berbagai upaya pengendalian inflasi melalui pelaksanaan operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar, Gerakan Pangan Murah, pasar penyeimbang, serta kerja sama dengan daerah penghasil komoditas.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong gerakan menanam serta memberikan dukungan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) dan subsidi transportasi yang bersumber dari APBD.
Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan, memastikan keterjangkauan harga bahan pokok, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.
Melalui koordinasi dan evaluasi secara berkala, Pemprov Kalteng diharapkan dapat memperkuat efektivitas kebijakan pengendalian inflasi sehingga stabilitas harga dan kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga.(yz)












