JAKARTA, 27 Oktober (Xinhua), eNewskalteng.com — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan bahwa minat perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia tetap terjaga. Sejumlah sektor menjadi sasaran penjajakan investasi, mulai dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), tekstil, hingga hilirisasi mineral.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, dalam kunjungan kerjanya ke Tiongkok beberapa waktu lalu, pihaknya menjajaki peluang investasi dengan sejumlah perusahaan, baik yang telah berinvestasi di Indonesia maupun yang belum. “Yang saya temui itu cukup banyak ya, (ada) yang tertarik investasi di seaport, dermaga, pelabuhan, kemudian juga tekstil,” kata Rosan saat ditemui di sela-sela pembukaan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10).
Dari hasil pertemuan tersebut, dua perusahaan Tiongkok menyatakan minat untuk berinvestasi di sektor PLTS. Namun, Rosan tidak mengungkapkan identitas kedua perusahaan tersebut.
Selain itu, sembilan perusahaan menyampaikan ketertarikan untuk berinvestasi di sejumlah sektor lain, termasuk pelabuhan dan tekstil. Rosan, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, mengatakan bahwa dirinya turut bertemu dengan sejumlah perusahaan Tiongkok yang berminat menanamkan modal di sektor hilirisasi mineral di Indonesia.
Dalam rangkaian pertemuan itu, Rosan juga meminta masukan dari para investor Tiongkok guna menyempurnakan rencana investasi di Indonesia. Menurutnya, masukan tersebut penting mengingat Tiongkok merupakan salah satu negara investor utama di Indonesia. “Minat investasi mereka Alhamdulillah tetap terjaga ya, tetap baik, dan ya kita rutin bicara dengan mereka,” pungkasnya.(red)












