BeritaBisnisEkonomiEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

Investor Pasar Modal Kalteng Tembus 277 Ribu, OJK Perkuat Inklusi Keuangan

6
×

Investor Pasar Modal Kalteng Tembus 277 Ribu, OJK Perkuat Inklusi Keuangan

Sebarkan artikel ini
Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat. (Photo/Humas OJK Kalteng)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pemerataan akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat melalui Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat, Selasa (20/10/2026).

Mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamar Dagang dan Industri (KADIN), lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, serta mitra strategis lainnya.

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga bagaimana masyarakat memanfaatkannya secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Inklusi keuangan bukan sekadar memastikan masyarakat memiliki akses terhadap layanan jasa keuangan, tetapi bagaimana akses tersebut dimanfaatkan secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Menurutnya, momentum BIK yang bertepatan dengan rangkaian World Investor Week (WIW) dan Bulan Dana Pensiun menjadi kesempatan untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan menabung, memahami investasi, serta merencanakan masa pensiun sejak dini.

Berdasarkan data OJK, jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah meningkat dari 130.330 investor pada Agustus 2025 menjadi 277.328 investor pada Agustus 2026.

Kabupaten Kotawaringin Barat menyumbang 32.800 investor atau 11,83 persen dari total investor di Kalimantan Tengah. Jumlah tersebut menempatkan Kotawaringin Barat pada posisi ketiga setelah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.

Selain pertumbuhan jumlah investor, nilai transaksi saham di Kotawaringin Barat juga meningkat dari Rp13,29 miliar pada Agustus 2025 menjadi Rp20,16 miliar pada Agustus 2026.

Sementara itu, aset dana pensiun di Kalimantan Tengah tumbuh 3,9 persen, dari Rp114,84 miliar pada Agustus 2025 menjadi Rp119,42 miliar pada Agustus 2026.

Perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan instrumen keuangan untuk membangun aset dan mempersiapkan masa depan. Meski demikian, peningkatan partisipasi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta kesesuaian produk keuangan dengan kebutuhan masing-masing.

Bupati Kotawaringin Barat yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Rody Iskandar, mengapresiasi pelaksanaan Puncak BIK 2026 sebagai upaya memperluas akses keuangan sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia berharap kolaborasi pemerintah daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha dapat terus diperkuat, khususnya untuk membuka akses keuangan bagi pelaku UMKM, generasi muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan.

Melalui kegiatan tersebut, OJK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya untuk memperluas inklusi keuangan yang disertai peningkatan literasi dan pelindungan konsumen.

Upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal secara bertanggung jawab, memperkuat ketahanan finansial keluarga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(yz)