BeritaBisnisEkonomiEksekutifPemprov Kalimantan Tengah

OJK Kalteng Gelar Edukasi Keuangan, 400 Peserta Ikuti Talkshow BIK 2026

6
×

OJK Kalteng Gelar Edukasi Keuangan, 400 Peserta Ikuti Talkshow BIK 2026

Sebarkan artikel ini
OJK Kalteng Gelar Edukasi Keuangan, 400 Peserta Ikuti Talkshow BIK 2026. (Photo/Humas OJK Kalteng)

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Berbagai kegiatan digelar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, mengenalkan layanan jasa keuangan formal, serta memperluas akses keuangan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu kegiatan utama dalam Puncak BIK 2026 yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) adalah talkshow keuangan secara hybrid dengan total 400 peserta. Peserta terdiri atas pelajar, mahasiswa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), aparatur sipil negara (ASN), serta perwakilan asosiasi industri.

Talkshow tersebut menghadirkan narasumber dari OJK, Bank Indonesia (BI), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan BPJS Ketenagakerjaan.

Materi diskusi mencakup pengenalan tugas dan fungsi OJK, produk dan layanan jasa keuangan, kewaspadaan terhadap kejahatan keuangan digital dan aktivitas keuangan ilegal, serta pentingnya investasi dan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.

Selain diskusi, peserta juga dapat mengunjungi booth layanan keuangan dari lembaga jasa keuangan sektor perbankan dan pasar modal. Fasilitas tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi, berkonsultasi, serta mengenal produk dan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan.

Rangkaian kegiatan BIK 2026 juga diisi dengan Lomba Inovasi Inklusi Keuangan untuk mendorong munculnya solusi kreatif dalam memperluas akses keuangan. Selain itu, digelar Lomba Mewarnai Edukatif bagi penyandang disabilitas sebagai sarana pengenalan lembaga jasa keuangan dan pentingnya menabung sejak dini.

OJK bersama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan lembaga jasa keuangan turut melaksanakan kegiatan pasca-inkubasi Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan.

Edukasi keuangan juga dilaksanakan di Sekolah Khusus Negeri 1 Pangkalan Bun. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan pengelolaan keuangan sejak dini agar masyarakat semakin memahami pentingnya menabung dan menggunakan layanan keuangan secara bijak.

Di bidang sosial, OJK bersama para pemangku kepentingan menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Masyarakat Peduli Api Desa Tanjung Putri sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, menyampaikan bahwa perluasan akses keuangan perlu disertai peningkatan literasi agar masyarakat mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan secara tepat.

Melalui rangkaian BIK 2026, OJK berharap edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk pelajar, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan warga perdesaan.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, satuan pendidikan, perguruan tinggi, serta mitra strategis lainnya diharapkan mampu memperkuat literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.(yz)