Puruk Cahu, eNewskalteng.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kabupaten Murung Raya terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelatihan yang dapat membuka peluang usaha baru. Salah satunya dilakukan melalui pelatihan budidaya jamur tiram dan pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk makanan bernilai ekonomi. Kegiatan tersebut memberikan pengetahuan praktis kepada peserta mengenai tahapan budidaya jamur tiram, termasuk teknik pemeliharaan hingga proses pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah.
Kepala Disperindagkop Kabupaten Murung Raya, Roy Cahyadi SIP, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pelaku UMKM. Menurut Roy, pertumbuhan jumlah UMKM di Murung Raya perlu diiringi dengan peningkatan keterampilan agar para pelaku usaha mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. “Pertumbuhan UMKM di Murung Raya harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, pelatihan seperti ini penting untuk memberikan pengetahuan sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Roy dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, jamur tiram memiliki prospek untuk dikembangkan karena selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, komoditas tersebut juga dapat diolah menjadi beragam produk makanan. Pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual sekaligus memberikan alternatif bagi pelaku UMKM dalam melakukan diversifikasi usaha. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diarahkan memahami teknik dasar budidaya, tetapi juga diperkenalkan pada peluang pengembangan produk olahan yang dapat dipasarkan dan dikembangkan sebagai sumber pendapatan.
Roy menambahkan, pengembangan kapasitas UMKM yang dilakukan Disperindagkop Murung Raya tidak terbatas pada sektor pangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan pelatihan anyaman rotan untuk menggali potensi kerajinan lokal. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus memberikan nilai ekonomi lebih besar terhadap sumber daya yang tersedia di daerah. “Harapannya, berbagai pelatihan ini dapat memberikan keterampilan yang bisa diterapkan langsung oleh masyarakat sehingga melahirkan produk UMKM yang lebih berkualitas, memiliki nilai tambah dan mampu bersaing,” pungkasnya.(red)












