Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan bahaya aktivitas fisik di tengah paparan asap yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak sembarangan berolahraga di luar ruangan saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aktivitas fisik di tengah paparan asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi mengatakan, paparan kabut asap tidak otomatis membuat seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Namun kondisi tubuh dan daya tahan masing-masing orang turut memengaruhi risiko gangguan kesehatan. “Olahraga dan menjaga kebugaran tubuh tetap diperlukan. Namun, masyarakat perlu mempertimbangkan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah, terlebih ditengah kondisi karhutla yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan. Kalau memang ingin beraktivitas ke luar rumah, tetap gunakan masker supaya partikel-partikel debu itu tidak masuk ke tubuh kita,” kata Umar, Jumat (11/9/2026).
Umar menegaskan, menjaga kebugaran serta memenuhi kebutuhan nutrisi, seperti protein dan vitamin, dapat membantu mempertahankan kondisi tubuh selama menghadapi kondisi udara yang kurang baik. “Tidak semua orang yang kena kabut asap itu kena ISPA. Kalau kondisi tubuh kita bagus, makanan cukup protein dan vitamin, itu salah satu pencegahan dari dalam tubuh kita,” ucapnya.
Meski demikian, kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih. Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit tertentu, seperti jantung dan ginjal, dianjurkan lebih berhati-hati terhadap paparan kabut asap. “Terutama sekali anak-anak, lansia, dan orang-orang yang terindikasi penyakit tertentu, misalnya jantung atau ginjal. Itu akan memperparah kondisinya manakala sudah keluar rumah,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat yang ingin berolahraga di luar ruangan diimbau memperhatikan kondisi udara dan tidak memaksakan diri ketika kabut asap cukup tebal. Jika tetap harus beraktivitas di luar, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan. “Kita tetap perlu menjaga kebugaran, tetapi lihat juga kondisi udaranya. Kalau kabut asapnya tebal, jangan dipaksakan olahraga di luar. Lebih baik cari aktivitas yang aman supaya tidak mengganggu kesehatan,” tutupnya. (man)










