BeritaDPRD Palangkaraya

Anggota DPRD Arif M. Norkim Minta Perekrutan Relawan Karhutla Utamakan Warga Muda dan Terlatih

15
×

Anggota DPRD Arif M. Norkim Minta Perekrutan Relawan Karhutla Utamakan Warga Muda dan Terlatih

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – Pemerintah Kota Palangka Raya didorong memperhatikan faktor usia dan kondisi fisik dalam perekrutan relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini dinilai penting karena tugas di lapangan membutuhkan daya tahan fisik yang memadai.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menyarankan agar kelompok masyarakat usia produktif, khususnya warga berusia di bawah 40 tahun, lebih banyak dilibatkan sebagai relawan karhutla. Menurut Arif, keterlibatan masyarakat melalui relawan sangat dibutuhkan untuk membantu penanganan titik api. Namun, perekrutan sebaiknya tidak hanya mengejar jumlah personel, melainkan juga mempertimbangkan kemampuan fisik dan kesiapan calon relawan. “Relawan ini memang dibutuhkan. Seperti yang disampaikan Pak Wali Kota, dibuka seluas-luasnya siapa yang mau bergabung. Harapan saya ke depan ada partisipasi masyarakat melalui peran RT dan RW untuk menambah relawan,” ujar Arif, Sabtu (19/9/2026).

Ketua DPD PAN Kota Palangka Raya tersebut mengatakan, peran RT dan RW dapat dioptimalkan untuk menjaring warga yang bersedia terlibat dalam penanganan karhutla. Dari proses tersebut, pemerintah dapat memetakan calon relawan sesuai usia, kondisi fisik dan kesiapan mereka. Arif menilai aspek usia menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan mengingat relawan akan berhadapan dengan kondisi lapangan yang tidak mudah. Proses pemadaman dapat berlangsung di tengah cuaca panas, medan yang sulit dan keterbatasan sumber air. “Jangan juga yang diambil yang sudah tua. Harusnya cari yang muda-muda juga, yang di bawah 40 tahun. Umur juga harus memengaruhi sebagai satgas dan relawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan kondisi fisik calon relawan juga diperlukan sebelum mereka ditugaskan. Langkah tersebut untuk memastikan setiap personel mampu menjalankan tugas tanpa meningkatkan risiko terhadap kesehatan maupun keselamatan diri. “Jangan sampai asal hendak jadi satgas atau relawan, tetapi dengan kondisinya malah berdampak negatif untuk dirinya. Ini yang harus dipertimbangkan juga,” ungkapnya.

Selain usia dan kondisi fisik, Arif menekankan pentingnya pembekalan bagi setiap relawan sebelum diterjunkan ke lapangan. Relawan perlu memahami prosedur dasar dalam menghadapi karhutla agar dapat bekerja secara aman dan efektif. Ia berharap Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pemadam Kebakaran memberikan pelatihan dasar kepada calon relawan.(nis)