BeritaDPRD Palangkaraya

Ketua DPRD Subandi Minta Pencegahan Karhutla Diperkuat Sejak Dini

12
×

Ketua DPRD Subandi Minta Pencegahan Karhutla Diperkuat Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi.

Palangka Raya, eNewskalteng.com – DPRD Kota Palangka Raya meminta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat, terutama di kawasan yang masuk dalam kategori rawan kebakaran.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan langkah mitigasi dan deteksi dini perlu menjadi perhatian utama. Menurutnya, penanganan karhutla tidak seharusnya hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran terjadi. Ia menilai kesiapsiagaan seluruh pihak harus dibangun secara berkelanjutan, termasuk melalui pengawasan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi serta koordinasi lintas sektor. “Orientasi kita tidak boleh hanya sekadar memadamkan api setelah kejadian. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun sistem pencegahan. Pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bersinergi meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi,” ujar Subandi, Rabu (2/9/2026).

Subandi meminta pemantauan di kawasan rawan dilakukan secara rutin. Deteksi terhadap potensi munculnya titik api dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas. “Jangan sampai kita baru sibuk bergerak setelah kebakaran telanjur membesar dan merembet. Kesiapsiagaan dan respons cepat harus terus dilatih, sehingga begitu ada potensi titik api sekecil apa pun, bisa langsung dieksekusi,” tegasnya.

Selain kesiapan pemerintah dan petugas di lapangan, Subandi juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kondisi lingkungan. Warga diminta tidak mengabaikan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dan segera melaporkannya kepada petugas apabila menemukan kondisi mencurigakan. Menurutnya, pencegahan juga harus dimulai dari tingkat masyarakat. Salah satunya dengan menghindari praktik membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara pembakaran.

Subandi menilai kedisiplinan masyarakat dalam menjaga lingkungan menjadi bagian penting dari upaya menekan potensi karhutla. Jika dilakukan secara konsisten, langkah pencegahan di tingkat lingkungan dapat membantu mengurangi risiko kebakaran. “Karhutla tidak hanya mengancam ekosistem hutan. Ketika api meluas, dampaknya langsung memukul masyarakat melalui penurunan kualitas udara, memicu penyakit pernapasan, hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi harian,” tuturnya.

Ia menegaskan keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya ditentukan oleh kecepatan petugas dalam memadamkan api. Hal yang tidak kalah penting adalah kemampuan seluruh pihak mencegah munculnya titik api sejak awal. “Pencegahan adalah kerja komunal. Melalui sinergi yang solid, potensi kebakaran dapat ditekan drastis dan kerugian di tengah masyarakat bisa kita minimalkan,” pungkasnya.(nis)