Kotawaringin Timur, eNewskalteng.com – Kemarau yang berkepanjangan yang diperkirakan berlangsung hingga September bahkan berpotensi berlanjut sampai Oktober 2026, mulai berdampak terhadap penurunan kualitas udara akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Marjuki, seraya mengingatkan kualitas Udara di Kotim mulai mengarah ke Kelompok Sensitif, sehingga warga disarankan untuk menggunakan masker. “Saya memantau kualitas udara setiap hari, bahkan setiap jam. Saat ini indeks kualitas udara berada di kisaran 142. Statusnya masih kategori sedang, tetapi sudah mengarah ke kelompok sensitif,” ujar Marjuki, Senin 3 Agustus 2026.
Ia mengimbau masyarakat, terutama yang banyak beraktivitas di luar ruangan, untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan asap. Aktivitas di luar rumah juga disarankan dibatasi apabila tidak mendesak. “Kalau memang tidak ada keperluan penting, sebaiknya aktivitas di luar rumah dikurangi. Namun apabila harus beraktivitas, gunakan masker,” katanya.
Marjuki mengatakan, musim kemarau juga mulai mempengaruhi ketersediaan air bersih. Sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit sehingga masyarakat diminta lebih selektif dalam menggunakan air, khususnya untuk kebutuhan konsumsi. “Saya teaskan, kebakaran lahan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kualitas lingkungan karena berdampak langsung terhadap kualitas udara maupun air di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,” pungkasnya. (man)












